close
Loading...

Cara Menginstall Windows 8 Beta


Bagi yang masih belum tahu langkah2 menginstall windows 8, baik memakai CD/DVD ataupun memakai USB flahdisk, berikut langkah2 untuk menginstall edisi pratinjau pengembang windows 8 dari microsoft. Windows 8 edisi Pengembang adalah versi pra-beta dari microsoft untuk pengujian dan tujuan pengembangan. ini tidak dianjurkan di install pada pc yang masih aktif digunakan.
Jika ada rencana untuk membuat dual booting, pastikan anda menyediakan partisi primer lebih dari 20GB. dan jika ada rencana untuk instalasi bersih, pastikan backup dahulu file2nya kemudian baru diformat harddisk C nya, lalu install bersih windows 8 nya.
  1. Boot komputer anda dengan media instalasi windows 8 Developer.
  2. Mungkin butuh beberapa menit untuk memuat file-file, dan kemudian akan membawa Anda ke layar instalasi. Pilih pilihan yang sesuai dan klik Next.

  3. Sekarang klik pada “Install Now” untuk melanjutkan

  4. centang “Accept the terms and conditions” dan kemudian klik “Next”.

  5. Disini kita bisa memilih opsi apakah ingin meng-upgrade windows kita ke windows 8 Edisi Developer atau ingin melakukan instalasi bersih. Pilih Custom (Advanced) untuk melanjutkan instalasi bersih.

  6. Pada layar ini Anda dapat memilih drive yang ingin Anda instal, di sini kita memiliki kemampuan untuk mengelola disk, format, membuat partisi dll Jika Anda berencana untuk men-setup Dual boot maka Anda dapat memilih drive yang berbeda. Setelah Anda mengkonfigurasi drive klik “Next”

  7. Itu saja sekarang akan dimulai proses instalasi, tunggu sampai selesai yang mengambil waktu 10 menit sampai 1 jam tergantung pada konfigurasi Hardware.

  8. Setelah itu menyelesaikan instalasi Komputer Anda akan reboot dan akan mempersiapkan pengaturan2. Jadi silahkan menunggu beberapa saat.

  9. Sekarang akan membawa Anda untuk mempersonalisasi pengaturan desktop Anda. Silahkan pilih “Express settings” yang pada layarnya tertera keterangan tentang apa saja settingan akan dilakukan.

  10. Tidak seperti sistem operasi lain, pada Windows 8 Anda dapat login menggunakan account Windows Live. Jadi, Anda dapat memasukkan informasi account Windows Live Anda.

  11. Jika tidak ingin menggunakan metode login ini, silahkan klik pada “I don’t want to log in with a Windows Live ID”.

    Anda dapat memilih “Local account” untuk membuat Username dan Password untuk login ke Windows Anda.

    Setelah semua informasi telah dimasukkan, klik “Next”.
  12. Sekarang Windows akan mengkonfigurasi pengaturan Anda


  13. Setelah semuanya di setup, maka kita akan disuguhkan tampilan Desktop Windows 8.
Selamat! Anda sekarang telah berhasil menginstal Windows 8 edisi Pengembang di komputer Anda.
Cara Setting ACL Squid Proxy Untuk Blokir Website di Ubuntu Server

Cara Setting ACL Squid Proxy Untuk Blokir Website di Ubuntu Server

Pada postingan kali ini saya ingin berbagi dengan anda semua pengguna linux tentang cara Mensetting ACL (Access Control List) Squid Proxy untuk memblokir website-website tidak baik pada Ubuntu Server. Sebenarnya cara ini merupakan cara jadul tetapi masih ampuh dan banyak di gunakan. Intinya adalah kita terlebih dahulu membuat sebuah ACL yang berisi daftar website atau konten yang akan kita blokir, kemudian ACL tersebut dimasukkan pada file squid.conf, berikut langkah-langkahnya :1. Login ke ubuntu server anda dengan akses root
2. Buatlah sebuah file berisi list domain dan konten yang akan di blokir, misalkan nama filenya blacklist :
nano /etc/squid/blacklist
Contoh isi file blacklist sebagai berikut :

2. Edit file /etc/squid/squid.conf kemudian masukkan ACL yang sudah dibuat
nano /etc/squid/squid.conf
Contohnya seperti berikut:
acl jaringan src 192.168.0.0/24
acl terlarang url_regex -i "/etc/squid/balcklist"
http_access allow !terlarang jaringan
Keterangan :
jaringan :ACL ip jaringan yang diperbolehkan
terlarang : ACL yang akan di blokir dengan file blacklist
http_access allow !terlarang jaringan : maksudnya perbolehkan jaringan untuk mengakses http kecuali terlarang
3. Jangan lupa reload konfigurasi squid anda dengan perintah :
squid -k reconfigure
Tips : anda bisa mengganti pessan error dari squid dengan mengedit file /usr/share/squid/errors/English
Cara Install dan Konfigurasi OpenSSH Server di Ubuntu 11.04 Dekstop

Cara Install dan Konfigurasi OpenSSH Server di Ubuntu 11.04 Dekstop

OpenSSH merupakan tool gratis yang bisa digunakan untu melakukan komunikasi antar komputer dengan menggunakan protokol SSH (Secure Shell). Tool serupa yang tersedia adalah telnet atau rcp, hanya saja karena masalah keamanan maka penggunaan SSH lebih disarankan saat akan melakukan komunikasi antar komputer, seperti remote dan transfer file antar komputer. Pada postingan kali ini saya akan sharing bagaimana caranya menginstall dan mengkonfigurasi OpenSSH Server di Ubuntu 11.04 Dekstop.
1. Buka terminal dengan menekan tombol Ctrl + Alt + T di Keyboard
2. Ketikkan perintah berikut untuk menginstall OpenSSh Server
sudo apt-get install openssh-server
3. Lakukan konfigurasi OpenSSH dengan mengedit file /etc/ssh/sshd_config, gunakan perintah berikut.
gksu gedit /etc/ssh/sshd_config
Untuk keamanan silahkan anda ganti portnya, secara default ssh akan menggunakan port 22, jika anda ingin menggunakan port 2222, cukup ganti saja baris port 22 dengan port 2222.
Anda juga bisa membatasi alamat IP yang bisa melakukan remote dengan cara menghapus tanda # pada ListenAddress kemudian tuliskan IP yang akan anda beri izin.
Contoh :
 # Package generated configuration file
# See the sshd_config(5) manpage for details
# What ports, IPs and protocols we listen for
Port 22 ganti dengan port yang anda inginkan
# Use these options to restrict which interfaces/protocols sshd will bind to
#ListenAddress ::
#ListenAddress 0.0.0.0 hapus tanda #
Protocol 2
# HostKeys for protocol version 2
HostKey /etc/ssh/ssh_host_rsa_key
HostKey /etc/ssh/ssh_host_dsa_key
HostKey /etc/ssh/ssh_host_ecdsa_key
#Privilege Separation is turned on for security
UsePrivilegeSeparation yes
.........

Remote Ubuntu 11.04 Dekstop menggunakan SSH

Nah berikut adalah langkah-langkah melakukan remote Ubuntu 11.04 Dekstop menggunakan SSH1. Silahkan anda atur IP Address pada ubuntu 11.04 menjadi IP Static dengan cara mengedit Network Connection, pada contoh ini IP Address pada ubuntu saya seting dengan alamat 192.168.1.5, lihat gambar
remotessh1
Setelah selesai jangan lupa restart ubuntu anda
2. Pada sisi sistem operasi windows, lakukan seting IP Static juga melalui network connection, pada contoh ini IP Address windows saya seting 192.168.1.6, lihat gambar
remotessh2
3. Setelah selesai anda bisa membuka aplikasi putty yang sudah di download sebelumnya, pada kotak Host Name (or IP address) silahkan masukkan IP Address ubuntu anda yaitu 192.168.1.5, pada kotak port silahkan anda tuliskan nomor port yang anda gunakan seperti di setingan OpenSSH server, pada contoh ini saya gunakan port 223, setelah selesai silahkan klik Open, lihat gambar
remotessh3
4. Kemudian akan muncul windows Putty Security Alert, yang menginformasikan rsa2 key fingerprint pada ubuntu, silahkan klik Yes
remotessh4
5. Tahap selanjutnya anda diminta untuk memasukkan username dan password ubuntu anda, jika benar maka akan muncul tulisan Welcome to Ubuntu 11.04, lihat gambar
remotessh5

3 Software Open Source Pengganti Dreamweaver di Linux

Dreamweaver merupakan aplikasi atau software yang berfungsi sebagai tool pengedit halaman web. Aplikasi yang berjalan di sistem operasi windows ini cukup populer dikalangan web master dan web developer karena kemudahan dalam pengoperasiannya. Hal tersebut merupakan salah satu alasan mengapa banyak penggunanya enggan meninggalkan software tersebut, meskipun sudah berpindah/bermigrasi ke sistem operasi linux (termasuk saya). Tetapi sekarang sepertinya para pemakai software/aplikasi semacam dreamweaver harus mulai melirik aplikasi serupa yang bersifat open source, karena meskipun menggunakan kode-kode terbuka aplikasi-aplikasi pengedit halaman website tersebut, tetap mengandalkan kualitas dan kemudahan pengoperasiannya (user friendly). Berikut adalah daftar 3 aplikasi atau software pengedit halaman website open source yang bisa anda jadikan pilihan.

1. Aptana Studio

Sebuah software open source untuk kepentingan web development yang profesional. Versi terakhirnya adalah Aptana Studio 3, support dengan tekhnologi browser masa kini seperti HTML5, CSS3, JavaScript, Ruby, Rails, PHP and Python. Bagi anda pengguna sistem operasi Ubuntu anda tidak perlu menginstall aplikasi ini, karena aplikasi ini bersifat portable. Tinggal anda download packagenya, kemudian di ekstract, dan langsung double klik file excutable dari AptanaStudio 3. Berikut adalah screenshoot Aptana Studio di Ubuntu 11.04 milik saya
aptanastudio1
aptanastudio2
Jika anda tertarik menggunakan aptana silahkan download disini http://www.aptana.org/products/studio3/download

2. Kompozer

Kompozer merupakan sebuah aplikasi web development yang mengkombinasikan antara penggunaan script/source code dengan tampilan WYSIWYG untuk mengedit sebuah halaman web. Sepintas aplikasi ini mirip dengan microsoft frontpage. Kompozer juga sengaja dibuat agar mudah untuk digunakan, sehingga sangat cocok bagi pemula yang ingin belajar membuat sebuah desain web tanpa harus mengenal bahasa HTML atau yang lainnya terlebih dahulu.
Jika anda ingin menggunakan Kompozer sebagai aplikasi web editor pilihan anda silahkan anda download file tarball nya di alamat berikut :
http://sourceforge.net/projects/kompozer/files/
Jika anda menggunakan sistem operasi ubuntu, anda bisa langsung melakukan installasi Kompozer menggunakan file .deb nya disini
http://www.getdeb.net/software/Kompozer
Berikut adalah screenshot dari Kompozer di ubuntu 11.04 milik saya.
kompozer

3. Bluefish

Bluefish merupakan aplikasi web editor yang memang dibuat khusus untuk programmer dan web desainer, dengan banyak pilihan untuk penggunaan script dan kode pemrograman. Bluefish juga mendukung banyak bahasa pemrograman dan bahasa markup, dan berfokus pada pembuatan website yang dinamis dan interaktif. Menggunakan lisensi GNU GPL bluefish bersifat multi platform dan dapat berjalan pada kebanyakan sistem operasi yang kompatibel POSIX termasuk Linux, FreeBSD, MacOS-X, OpenBSD dan Solaris, dan di samping itu berjalan pada Windows.
Anda dapat membaca dokumentasi cara installasi bluefish di alamat berikut
http://bfwiki.tellefsen.net/index.php/Installing_Bluefish
Bagi anda pengguna sistem operasi ubuntu, dapat menginstall bluefish dengan menjalankan perintah berikut di terminal
sudo apt-get install bluefish
berikut adalah screenshoot bluefish di ubuntu 11.04 saya.
bluefish
Sebenarnya sangat banyak sekali aplikasi web editor yang open source, masing-masing aplikasi sama-sama menawarkan fitur-fitur yang sangat lengkap sebagai nilai tambahnya. Tetapi ke 3 aplikasi diatas merupakan aplikasi yang menurut saya lebih mudah untuk dioperasikan. Semoga bermanfaat.
Instlasi Ubuntu Enterprise Cloud

Instlasi Ubuntu Enterprise Cloud

Dalam tutorial ini kita akan belajar bagaimana cara menginstalasi, mengkonfigurasi, mendaftarkan dan melakukan beberapa operasi pada setup UEC dasar yang mudah-mudahan akan menghasilkan sebuah controller "front-end" dan satu atau lebih node yang menjalankan Virtual Machine (VM) instances. kita akan menggunakan beberapa contoh untuk membantu kita dapat membuat sendiri private compute cloud.

Download

  • Download iso Ubuntu Server dari
http://www.ubuntu.com/server/get-ubuntu/download


STEP 1: Persyaratan

Untuk menjalankan sebuah infrastruktur cloud minimal, kita akan membutuhkan paling tidak dua (2) sistem dedicated.
  • sebuah front end.
  • sebuah atau lebih node.
Berikut ini adalah rekomendasi spec.


Front End

Gunakan tabel berikut untuk sebuah sistem yang akan menjalankan satu atau lebih:
  • cloud controller (clc)
  • cluster controller (cc)
  • walrus (S3-like storage service)
  • storage controller (sc)


Hardware Minimum Suggested Notes
CPU 1GHz 2 x 2GHz for an all-in-one front end, it helps to have at least a dual core processor
Memory 2GB 4GB the Java web front end benefits from lots of available memory
Disk 5400rpm IDE 7200rpm SATA slower disks will work, but will yield much longer instance startup times
Disk Space 40GB 200GB 40GB is only enough space for only a single image, cache, etc., Eucalyptus does not like to run out of disk space
Networking 100Mbps 1000Mbps machine images are hundreds of MB, and need to be copied over the network to nodes

Node(s)

Untuk sistem yang berupa node, yang akan menjalankan:
  • node controller (nc)
Sistem ini yang akan menjalankan instances. Anda akan membutuhkan satu atau lebih sistem dengan


Hardware Minimum Suggested Notes
CPU VT extensions VT, 64-bit, Multicore 64-bit can run both i386, and amd64 instances; by default, Eucalyptus will only run 1 VM per CPU core on a Node
Memory 1GB 4GB additional memory means more, and larger guests
Disk 5400rpm IDE 7200rpm SATA or SCSI Eucalyptus nodes are disk-intensive; I/O wait will likely be the performance bottleneck
Disk Space 40GB 100GB images will be cached locally, Eucalyptus does not like to run out of disk space
Networking 100Mbps 1000Mbps machine images are hundreds of MB, and need to be copied over the network to nodes

STEP 2: Install Cloud/Cluster/Storage/Walrus Front End Server

  • Download 10.04 atau 10.10 Server ISO
  • Ubuntu 10.04 - Pada saat booting, pilih “Install Ubuntu Enterprise Cloud”.
  • Ubuntu 10.10 - Pada saat booting, ketik cloud.
  • Installer akan mendeteksi jika ada komponen Eucalyptus lain di jaringan.
  • Kita dapat memilih komponen mana yang akan di install, tergantung topologi yang kita pilih.
  • Installer akan menanyakan dua (2) pertanyaan yang spesifik untuk cloud pada saat instalasi, yaitu:
    • Nama dari cluster kita, misalnya, cluster1.
    • Range dari IP address LAN yang akan di alokasikan oleh cloud ada instances, misalnya, 192.168.1.200-192.168.1.249.

STEP 3: Install Node Controller

Instalasi node controller lebih sederhana. Pastikan bahwa kita tersambung ke jaringan dimana cloud/cluster controller sudah running.
  1. Boot menggunakan ISO yang sama untuk node.
  2. Pilih “Install Ubuntu Enterprise Cloud”
  3. Installer harusnya mendeteksi Cluster dan preselect “Node” install untuk kita
  4. Konfirmasikan partisi harddisk
  5. Proses instalasi selanjutnya harus dilakukan tanpa berhenti; selesai sudah proses instalasi dan reboot node.

STEP 4: Proses Registrasi Node

Semenjak Ubuntu 10.04 LTS, semua registrasi komponen harusnya berlangsung secara automatis, dengan asumsi:
  1. Public SSH key dapat di pertukarkan dengan benar.
  2. Layanan / service dapat di konfigasi dengan benar.
  3. Layanan / service mempublikasikan keberadaannya di jaringan
  4. uec-component-listener yang benar berjalan
  5. Melakukan verifikasi registrasi.
Langkah ini hanya di perlukan kalau kita menggunakan langkah / metoda UEC/PackageInstall. Jika kita menggunakan langkah Ubuntu Enterprise Cloud: Instalasi UEC semua langkah ini biasanya sudah dilakukan secara automatis, kita tidak perlu melakukan langkah ini lagi.

Pertukaran Public SSH Key

Eucalyptus user Cloud Controller membutuhkan akses SSH ke Walrus Controller, Cluster Controller, dan Storage Controller sebagai eucalyptus user.
Install Cloud Controller eucalyptus user public ssh key dengan cara:
  • Di Node Controller, set password sementara untuk eucalyptus user:
sudo passwd eucalyptus
  • Kemudian pada Cloud Controller:
sudo -u eucalyptus ssh-copy-id -i /var/lib/eucalyptus/.ssh/id_rsa.pub eucalyptus@<IP_OF_NODE>
  • Selanjutnya kita dapat membuang password eucalyptus account di Noce Controller, jika kita inginkan:
sudo passwd -d eucalyptus
  • Untuk memaksa pendaftaran Node Controller ke Cloud Controller dapat menggunakan
sudo euca_conf --discover-nodes

Konfigurasi Layanan / Service

Pada Cloud Controller:
  • Untuk Registrasi Cluster Controller:
    • Definisikan shell variable CC_NAME di /etc/eucalyptus/eucalyptus-cc.conf
    • Definisikan shell variable CC_IP_ADDR di /etc/eucalyptus/eucalyptus-ipaddr.conf, sebagai daftar IP address yang di pisahkan spasi.
  • Untuk Registrasi Walrus Controller:
    • Definisikan shell variable WALRUS_IP_ADDR di /etc/eucalyptus/eucalyptus-ipaddr.conf, sebagai sebuah IP address
Pada Cluster Controller:
  • Untuk Registrasi Storage Controller:
    • Definisikan nama cluster di shell variable CC_NAME di /etc/eucalyptus/eucalyptus-cc.conf
    • Definisikan shell variable SC_IP_ADDR di /etc/eucalyptus/eucalyptus-ipaddr.conf, berupa IP address yang dipisahkan oleh spasi.

Publikasi

Sekarang, kita dapat mulai mempublikasi layanan ke jaringan
  • Walrus Controller:
sudo start eucalyptus-walrus-publication
  • Cluster Controller:
sudo start eucalyptus-cc-publication
  • Storage Controller:
sudo start eucalyptus-sc-publication
  • Node Controller
sudo start eucalyptus-nc-publication


Start Listener

Pada Cloud Controller dan Cluster Controller, jalankan:
sudo start uec-component-listener


Verifikasi Registrasi

cat /var/log/eucalyptus/registration.log
2010-04-08 15:46:36-05:00 | 24243 -> Calling node cluster1 node 10.1.1.75
2010-04-08 15:46:36-05:00 | 24243 -> euca_conf --register-nodes returned 0
2010-04-08 15:48:47-05:00 | 25858 -> Calling walrus Walrus 10.1.1.71
2010-04-08 15:48:51-05:00 | 25858 -> euca_conf --register-walrus returned 0
2010-04-08 15:49:04-05:00 | 26237 -> Calling cluster cluster1 10.1.1.71
2010-04-08 15:49:08-05:00 | 26237 -> euca_conf --register-cluster returned 0
2010-04-08 15:49:17-05:00 | 26644 -> Calling storage cluster1 storage 10.1.1.71
2010-04-08 15:49:18-05:00 | 26644 -> euca_conf --register-sc returned 0

STEP 5: Ambil Credential (Mandat)

Setelah menginstalasi dan booting maka Cloud Controller, pengguna dari cloud perlu mengambil Credential-nya (Mandat-nya). Hal ini dapat dilakukan melalui sebuah web browser, atau menggunakan command line.

Melalui Web Browser

  • Melalui Web Browser kita dapat mengakses melalui URL:
https://<cloud-controller-ip-address>:8443/
PENTING! Kita harus menggunakan secure connection, pastikan kita menggunakan "https" bukan "http" di URL. Kita akan memperoleh security certificate warning. Kita perlu meng-add an exception untuk dapat melihat halaman web tersebut. Jika kita tidak meng-accespt maka kita tidak akan bisa melihat halaman konfigurasi Eucalyptus.
  • Gunakan username 'admin' dan password 'admin' untuk pertama kali login (anda akan dikinta untuk mengganti password sesudah itu)
  • Ikuti instruksi di layar untuk meng-update admin password dan email address.
  • Sesudah proses konfigurasi pertama kali selesai dilakukan, klik pada tab 'credentials' yang berlokasi di kiri atas layar.
  • Klik pada tombol 'Download Credentials' untuk memperoleh sertifikat anda.
  • Simpan di ~/.euca
  • Unzip file zip yang baru di download di lokasi yang aman (~/.euca)
unzip -d ~/.euca mycreds.zip




Melalui Command Line

Alternatif lain, kita dapat menggunakan command line di Cloud Controller, kita dapat menjalankan:
mkdir -p ~/.euca
chmod 700 ~/.euca
cd ~/.euca
sudo euca_conf --get-credentials mycreds.zip
unzip mycreds.zip
ln -s ~/.euca/eucarc ~/.eucarc
cd -
Akan tampil
--2010-10-20 10:21:18--  https://localhost:8443/getX509?user=admin&code=aLGDFfIOHjSuctOsdZHK4NtfaPvh6zKN5wzMhoY5QGxkvH2qQxEo5IsF5XkqMFx9al1Z0SRu08FCaUz0veg
Resolving localhost... ::1, 127.0.0.1
Connecting to localhost|::1|:8443... failed: Connection refused.
Connecting to localhost|127.0.0.1|:8443... connected.
WARNING: cannot verify localhost's certificate, issued by `/C=US/O=Cloud/OU=Eucalyptus/CN=db':
Self-signed certificate encountered.
WARNING: certificate common name `db' doesn't match requested host name `localhost'.
HTTP request sent, awaiting response... 200 OK
Length: 4888 (4.8K) [application/zip]
Saving to: `mycreds.zip'

100%[======================================>] 4,888 --.-K/s in 0s

2010-10-20 10:21:19 (254 MB/s) - `mycreds.zip' saved [4888/4888]

Extrak dan Menggunakan Credentials Anda

Selanjutnya, kita perlu mensetup EC2 API dan tool AMI di server anda menggunakan sertifikat X.509.
  • Install tool cloud user yang dibutuhkan:
sudo apt-get install euca2ools
  • Untuk memvalidasi semua berjalan dengan baik, ambil dari cluster lokal ketersediaan yang ada
. ~/.euca/eucarc
euca-describe-availability-zones verbose
akan keluar kira-kira seperti
AVAILABILITYZONE cluster1 192.168.0.5
AVAILABILITYZONE |- vm types free / max cpu ram disk
AVAILABILITYZONE |- m1.small 0002 / 0002 1 192 2
AVAILABILITYZONE |- c1.medium 0002 / 0002 1 256 5
AVAILABILITYZONE |- m1.large 0001 / 0001 2 512 10
AVAILABILITYZONE |- m1.xlarge 0001 / 0001 2 1024 20
AVAILABILITYZONE |- c1.xlarge 0000 / 0000 4 2048 20
Jika kita melihat free/max VCPU adalah 0 seperti tampak pada daftar di atas, itu berarti node tidak terdaftar secara automatis. Mohon gunakan perintah berikut di Cloud Controller dan approved jika di minta agar Node Controller terdaftar.
sudo euca_conf --discover-nodes

STEP 6: Install Image dari Store

Keterangan berikut ini adalah cara yang paling sederhana untuk menginstalasi image.
BAGI ANDA YANG MEMPUNYAI KECEPATAN TINGGI DI INTERNET. Cara yang paling sederhana untuk menambahkan image UEC adalah menginstalasi dari Image Store melalui interface UEC web.
  • Akses interface Web melalui URL berikut (Pastikan anda menggunakan https):
https://<cloud-controller-ip-address>:8443/
  • Masukan username dan password jika diminta (jika diminta, karena kemungkinan kita masuk login dari sesi sebelumnya)
  • Klik pada Store tab
  • Klik Search, maka akan di perlihatkan Image yang tersedia

  • Browse Image yang tersedia
  • Klik install untuk Image yang kita inginkan
Kita membutuhkan waktu lama untuk Download karena rata-rata Image sekitar 200Mbyte.
Setelah Image di download dan di install, kita dapat mengklik "How to run?" yang akan memperlihatkan perintah yang harus di jalankan untuk instantiate (start) Image tersebut. Image juga akan keluar di daftar yang ada di Image tab.

STEP 7: Menjalankan sebuah Image

Ada beberapa cara untuk instantiate sebuah image di UEC:
  • Menggunakan command line
  • Menggunakan salah satu dari UEC compatible management tool seperti Landscape
  • Menggunakan ElasticFox extension untuk Firefox
Berikut ini adalah proses yang perlu dilakukan jika menggunakan command line:
  • Sebelum menjalankan sebuah instance dari Image kita, kita perlu terlebih dulu membuat sebuah pasangan kunci / keypair (ssh key) yang dapat kita gunakan untuk login ke instance tersebut sebagai root, setelah dia di booting. Kunci tersebut akan di simpan, oleh karenanya kita hanya perlu membuatnya satu kali saja. Jalankan perintah berikut:
if [ ! -e ~/.euca/mykey.priv ]; then
mkdir -p -m 700 ~/.euca
touch ~/.euca/mykey.priv
chmod 0600 ~/.euca/mykey.priv
euca-add-keypair mykey > ~/.euca/mykey.priv
fi
CATATAN: kita dapat memanggil key tersebut dengan nama sesuka kita (dalam contoh ini, key di panggil / di sebut sebagai 'mykey'), sebaiknya kita harus ingat apa nama panggilan key tersebut. Jika lupa, kita dapat menjalankan euca-describe-keypairs untuk memperoleh daftar key yang ada di system.
  • Kita perlu mengijinkan akses ke port 22 dari instance yang dibuat
euca-authorize default -P tcp -p 22 -s 0.0.0.0/0
  • Selanjutnya, kita perlu membuat instance dari Image yang terdaftar:
euca-run-instances $EMI -k mykey -t m1.small
akan keluar
RESERVATION    r-54950949    admin    admin-default
INSTANCE i-48B9088E emi-1FF015BC 0.0.0.0 0.0.0.0 pending mykey 0 m1.small 2010-10-21T01:14:50.351Z cluster1 eki-6CC11AC3
CATATAN: Jika kita memperoleh error tentang image_id, kita dapat menemukannya dengan cara melihat pada Image Page atau klik "How to Run" pada Store page untuk melihat contoh perintah.
  • Saat pertama kali kita menjalankan instance, system akan berusaha mensetup cache untuk Image. Hal ini membutuhkan beberapa waktu. Kadang akan membutuhkan waktu lama apalagi jika VM Image yang ada cukup besar. Untuk memonitor status Instance kita dapat menjalankan
watch -n5 euca-describe-instances
Di output, kita akan dapat memperoleh informasi tentang Instance yang ada, termasuk statusnya. Pada saat caching pertama kali dilakukan, status instance biasanya 'pending'.
  • Jika Instance sudah jalan dengan penuh, status di atas akan menjadi 'running'. Lihat pada IP address yang di alokasikan pada Instance tersebut, untuk menyambungkan diri ke Instance tersebut ketik
IPADDR=$(euca-describe-instances | grep $EMI | grep running | tail -n1 | awk '{print $4}')
ssh -i ~/.euca/mykey.priv ubuntu@$IPADDR
  • Jika kita sudah selesai dengan Instance tersebut, keluar dari sambungan SSH, matikan Instance menggunakan perintah:
INSTANCEID=$(euca-describe-instances | grep $EMI | grep running | tail -n1 | awk '{print $2}')
euca-terminate-instances $INSTANCEID

Informasi lebih lanjut

Cara mengatur layanan eucalyptus services:
sudo service eucalyptus [start|stop|restart] (di sisi CLC/CC/SC/Walrus)
sudo service eucalyptus-nc [start|stop|restart] (di sisi Node)
Lokasi dari file penting:
  • File Log:
/var/log/eucalyptus 
  • File Konfigurasi:
/etc/eucalyptus 
  • Database:
/var/lib/eucalyptus/db 
  • Key
/var/lib/eucalyptus
/var/lib/eucalyptus/.ssh
Catatan:
  • Jangan lupa untuk source ~/.euca/eucarc sebelum menjalankan client tool.
Links:
  • Eucalyptus Project Site (forums, documentation, downloads)
  • Eucalyptus on Launchpad (bugs, code)
  • Eucalyptus Troubleshooting (1.5)
  • Register your cloud with RightScale
Trik Membuat apt-get lebih cepat dengan apt-fast

Trik Membuat apt-get lebih cepat dengan apt-fast

apt-fast adalah sebuah shellscript kecil yang dapat meningkatkan kecepatan dari apt-get beberapa kali. Untuk menggunakan apt-fast ini diperlukan axel download accelerator yang telah terinstall. Setelah menginstall dan menggunakan apt-fast ini anda dapat merasakan kecepatan download dan install packet lebih dari 26 kali lebih cepat dari sebelumnya.
Menginstall apt-fast
Untuk menginstal apt-fast ini pertama-tama harus download dan instal dulu axel download accelerator. Setelah axel terinstal kita sudah siap untuk menyeting apt-fast.
sudo apt-get install axel
Sekarang bukan terminal dan masukkan perintah berikut, ini akan menambahkan repository, updat dan menginstall apt-fast
sudo add-apt-repository ppa:tldm217/tahutek.net
sudo apt-get update
sudo apt-get install apt-fast
Menggunakan apt-fast
Untuk menginstal single package, pastikan database anda up to date
apt-fast update
untuk menginstal gunakan perintah
apt-fast install packagename
Kita akan melihat bahwa kecepatan download package meningkat. Sekarang untuk upgrade sistem gunakan perintah
apt-fast dist-upgrade atau apt-fast upgrade