Loading...
E-book Tutorial Ubuntu Server 9.04

E-book Tutorial Ubuntu Server 9.04

0

Tutorial ini mencakup tentang instasi dan konfigurasi Ubuntu Server, DHCP Server, DNS Server, WebServer, FTP Server, Proxy Server, NTP Server dan Webmail Server. Silahkan Liat e-booknya :
Tutorial Ubuntu Server 9.04
Konfigurasi DNS Server di Windows Server  2003

Konfigurasi DNS Server di Windows Server 2003

0
DNS (Domain Name System, bahasa Indonesia: Sistem Penamaan Domain) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.
Langkah-langkah konfigurasi DNS Server
1. Pertama kita masukkan CD Windows Server 2003 pada CD-ROM
2. Mulai dengan klik start menu
3. Lalu pilih “Control Panel”
4. Kemudian pilih “add or remove programs”. Setelah anda memilih Add or remove a rool, computer akan bekerja dan segera tampil tayangan berikutnya.
5. Tidak lama setelah itu, computer menampilkan semua komponen yang telah diinstall. Lalu kita pilih “add or remove windows components”
6. Pada windows components pilih “Networking services” untuk menginstall apa yang kita butuhkan.,
7. Kemudian pilih “Detail”
8. Pada detail networking services, beri tanda “centang” pada DNS. Kemudian Next untuk melanjutkannya
9. Tunggu beberapa saat supaya computer mencopy file dari Cd. Lalu Finish
10. Setelah DNS diinstall, pilih “DNS” pada “Administrative tools”
11. Setelah tampil klik kanan pada “Forward Lookup Zones”, lalu kita pilih “New Zone…”
12. Klik Next untuk melanjutkannya.
13. Pada “Zone Type” atau Tipe zona, kita pilih “Primary zone”. Lalu klik next untuk keterangan selanjutnya.
14. Setelah itu kita akan mengisi nama zona. Contohnya :
· Zone name : boss.com
Lalu klik next lagi.
15. Setelah itu muncul kotak dialog “Zone File”. Kita akan memilih “Create a new file with this file name” untuk membuat file baru dengan nama yang tertera pada bawah option. Setelah itu klik next
16. Pada “Dynamic Update” biarkan saja pilihan kita pada “Do not allow dynamic updates”. Kemudain klik next
17. Setelah semua Complete., klik Finish.
18. Pada folder Forward Lookup Zones telah ada folder boss.com. sekarang kita akan membuat “Host” pada folder “boss.com”
19. Klik kanan pada “boss.com”, lalu pilih “New Host(A)…”
20. Lalu kita isi nama dan IP Addressnya. Contoh :
· Name (uses parent domain name if blank) : www
· IP_address : 172.24.0.1
Setelah diisi, klik “Add Host”. Host pun telah terbuat. Lalu kita akan membuat Alias baru atau pengganti nama dari IP Address menjadi nama server
21. Klik kanan pada “boss.com”, lalu pilih “New Alias (CNAME)…”
22. Pada “New Resource Record”, isi nama pada “Alias name (uses parent domain if left blank)”. Lalu klik “Browse untuk mencari host yang telah kita buat sebelumnya tadi. Kemudian klik ok
23. Konfigurasi DNS pun selesai

Kesimpulan

DNS (Domain Name Server) adalah mentranslate atau mengubah sebuah IP Address menjadi sebuah nama yang disebut dengan Domain, ataupun sebaliknya.
Cara Install Windows XP di Apple MacBook

Cara Install Windows XP di Apple MacBook

0
Pengguna Apple Mac Book dengan OS Standard MAC OS bisa saja menggunakan aplikasi dari platform Windows, tentu saja syarat utamanya adalah menginstall Windows XP. Install Windows XP di MACBOOK memang agak rumit, tidak seperti install pada notebook biasa. Bayangkan mau masuk bios tidak bisa (nggak tau caranya), memasukkan cd bisa tapi mau mengeluarkan bingung cari tombol open/closenya, setelah lihat di situs Apple nya baru ngerti. dan akhirnya berhasil juga (lihat screen shot) Cara install XP di Macbook. :
1. Kalau sistem operasi Macbook anda masih yang lama (sekarang MAC OSX 10.5) download boocamp, install dan jalankan
2. kalau sitem operasinya sudah MAC OSX 10.5 Leopard, anda tidak perlu cari tools lain, semua sudah tersedia.
3. Masukkan CD XP Service Pack 2 atau 3 Original (jangan yang SP1). kemudian hidupkan macbook anda
4. Ingat sebelum meneruskan install, pastikan anda ingat username dan password admin di MAC OSX nya.
5. Cari kemudian klik Aplications>tools>bootcamp.

6. bikin partisi windowsnya, defaultnya 5gb anda bisa maksimalkan menjadi 32 gb tinggal clik use 32 gb kemudian klik PARTITIONS.
7. Sekarang anda sudah siap install windows XP “Klik Start Installation, jangan salah memformat, ingat partisi yang akan di install adalah Fat32.

bikin partisinya kemudian format
Ikuti petunjuk selanjutnya seperti halnya menginstall windows XP di komputer biasa.
Setelah selai keluarkan CD XP anda, dengan cara Buka Windows Explorer, klik kanan pada CD, kemudian klik eject.
8. sekarang masukkan CD MAC OS-X disk 1 ke CDROM Macbook, untuk menginstal Drivernya, ikuti langkah selanjutnya hingga finish.
9. Macbook anda sudah terinstal dengan 2 Operating Sistem yaitu MAC OSX 10.5 dan Windows XP.
10.Untuk memunculkan menu pilihan ke dua Operating Sistem tersbut matikan/restart MAcbook, tekan dan tahan tombol “Options” maka akan muncul seperti gamabar di bawah ini.
11. Untuk menset default booting : Masuk melalui MAC OSX kemudian klik System Preference, klik Startup Disk,

kemudian klik Sistem operasi mana yang mau dijalankan Secara otomatis (Kalau anda memilih MAC OSX berarti MAcbook anda akan boting langsung dengan MAC OSX dan kalau pilih Windows MAcbook anda akan booting/Startup menggunakan Windows), setelah itu klik restart.
Mendeteksi Serangan ARP Poisoning / Spoofing

Mendeteksi Serangan ARP Poisoning / Spoofing

0
1. Pengertian ARP
Address Resolution Protocol (ARP) adalah sebuah protokol dalam TCP/IP Protocol yang digunakan untuk melakukan resolusi alamat IP ke dalam alamat Media Access Control (MAC Address).
Ketika computer kita mencoba untuk mengakses komputer lain dengan menggunakan alamat IP, maka alamat IP yang dimiliki oleh computer yang dituju harus diterjemahkan terlebih dahulu ke dalam MAC Address agar frame-frame data dapat diteruskan ke tujuan dan diletakkan di atas media transmisi, setelah diproses terlebih dahulu oleh Network Interface Card (NIC). Hal ini dikarenakan NIC beroperasi dengan menggunakan alamat fisik daripada menggunakan alamat logis (alamat IP) untuk melakukan komunikasi data dalam jaringan.
Jika memang alamat yang dituju berada di luar jaringan lokal, maka ARP akan mencoba untuk mendapatkan MAC address dari antarmuka router lokal yang menghubungkan jaringan lokal ke luar jaringan (di mana komputer yang dituju berada).
Komputer Anda akan menyimpan ARP broadcast request ini kedalam ARP cache. ARP cache ini akan disimpan di RAM dan besifat sementara. ARP cache ini berisi tabel IP host serta phisical address komputer. ARP cache akan bertambah jika ARP Request mendapat jawaban. Anda dapat melihat ARP cache anda dengan mengetik “arp -a” pada CMD. Anda dapat menghapus ARP cache anda dengan mengetik “arp -d <Ip addr>”. Anda juga dapat mengatur sebuah static ARP dengan menuliskan “arp -s <ip addr> <MAC addr>”.
2. ARP Poisoning / Spoofing
Ancaman keamanan muncul ketika ada upaya manipulasi terhadap pengalamatan nomor IP dan MAC address. Proses ini biasa disebut dengan istilah ARP spoofing atau ARP poisoning.
Dengan ARP Poisoning Anda dapat memanipulasi lalu lintas data dari klien target agar semua paket-paket data klien target melalui komputer anda terlebih dahulu. Mengapa proses ini bisa terjadi?  proses ini dapat terjadi Karena computer anda akan memberi tahu kepada klien target bahwa MAC address komputer (hardware) anda adalah MAC dari komputer server/gateway. Kemudian komputer anda juga akan memberi tahu kepada komputer server/gateway (computer yang dituju klien taget) bahwa MAC address dari klien target adalah MAC address dari computer anda sendiri (sebagai penyerang). Serangan semacam ini disebut dengan Men-in-the-Middle (MITM).
Dengan tipe serangan semacam ini penyerang dapat menyadap semua paket data yang dikirimkan oleh klien target ke server/gateway. MITM ini dapat digunakan untuk mencuri akun (username dan password) dari klien target (komputer target). Sebenarnya banyak tool/aplikasi yang dapat digunakan untuk melakukan ARP poisoning seperti  ettercap, cain and abel dll. Berikut ini adalah hasil dari ARP Poisoning dengan Ettercap-ng :
etcap
Setelah Scanning, penyerang akan memilih target serangan.
etcap1
Memulai serangan MITM
etcap2
Jika Serangan MITM berhasil, maka akan ada peringatan bahwa MITM berhasil
etcap4
Mendapatkan username dan password dari target
etcap3.ARP penyerang saat serangan dan ARP setalah serangan dihentikan
3. Mendeteksi ARP Poisoning
Ada beragam cara untuk mendeteksi ARP Poisoning ini. Pertama, dengan mengecek ARP secara manual dengan mengetik ‘arp’ pada cmd di windows.  Untuk memberikan static ARP Anda bisa menuliskan ‘arp -s IP addr. MAC addr.’.  Namun dengan cara ini terasa ribet.
Ada alternative lain untuk mendeteksi ARP Poisoning yaitu dengan menggunakan software, seperti ARPwatch, Snort, DecaffeinatID, ARPdetective dll.
Dalam artikel ini saya hanya membahas DecaffeinatID. DecaffeinatID merupakan sebuah aplikasi sederhana yang mampu digunakan sebagai IDS (Intrusion  Detection System). Aplikasi ini mampu memberikan peringatan jika terjadi manipulasi protokal ARP pada jaringan Anda.
arpgateway
Jika terjadi perubahan pada MAC Add dari IP gateway, maka aplikasi ini akan segera memberi peringatan seperti di atas.
securitylog
Aplikasi ini akan menyimpan semua notifikasi di file idslog.txt yang tersimpan di direktori dimana aplikasi ini dijalankan.
firewall
Selain menyimpan notifikasi, aplikasi ini juga memiliki feature lain untuk membaca Windows firewall log (jika ada).
DecaffeinatID ini memiliki ukuran file yang sangat kecil, kurang dari 1 MB.  Aplikasi ini merupakan freeware (gratis) dan dapat dijalankan di SO Windows XP SP2, Vista, maupun windows 7.
Privasi adalah hak bagi setiap manusia. Dengan mendeteksi dan mencegah serangan ARP Poisoning ini, sama saja dengan menjaga privasi diri sendiri dari tangan-tangan jail yang tidak bertanggung jawab.
Macam-macam Perintah "run" Pada Windows

Macam-macam Perintah "run" Pada Windows

0


Accessibility Controls "access.cpl"
Add Hardware Wizard "hdwwiz.cpl"
Add/Remove Programs "ppwiz.cpl"
Administrative Tools "control admintools"
Automatic Updates "wuaucpl.cp"
Bluetooth Transfer Wizard "fsquirt"
Calculator "calc"
Certificate Manager "certmgr.msc"
Character Map "charmap"
Check Disk Utility "chkdsk"
Clipboard Viewer "clipbrd"
Command Prompt "cmd"
Component Services "dcomcnfg"
Computer Management "compmgmt.msc"
Date and Time Properties "timedate.cpl"
DDE Shares "ddeshare"
Device Manager "devmgmt.msc"
Direct X Control Panel (If Installed)* "directx.cpl"
Direct X Troubleshooter "dxdiag"
Disk Cleanup Utility "cleanmgr"
Disk Defragment "dfrg.msc"
Disk Management "diskmgmt.msc"
Disk Partition Manager "diskpart"
Display Properties "control desktop"
Display Properties "desk.cpl"
Display Properties (w/Appearance Tab Preselected) "control color"
Dr. Watson System Troubleshooting Utility "drwtsn32"
Driver Verifier Utility "verifier"
Event Viewer "eventvwr.msc"
File Signature Verification Tool "sigverif"
Findfast "findfast.cpl"
Folders Properties "control folders"
Fonts "control fonts"
Fonts Folder "fonts"
Free Cell Card Game"freecell"
Game Controllers "joy.cpl"
Group Policy Editor (XP Prof) "gpedit.msc"
Hearts Card Game "mshearts"
Iexpress Wizard "iexpress"
Indexing Service "ciadv.msc"
Internet Properties "inetcpl.cpl"
IP Configuration (Display Connection Configuration) "ipconfig /all"
IP Configuration (Display DNS Cache Contents) "ipconfig /displaydns"
IP Configuration (Delete DNS Cache Contents) "ipconfig /flushdns"
IP Configuration (Release All Connections) "ipconfig /release"
IP Configuration (Renew All Connections) "ipconfig /renew"
IP Configuration (Refreshes DHCP & Re-Registers DNS) "ipconfig /registerdns"
IP Configuration (Display DHCP Class ID) "ipconfig /showclassid"
IP Configuration (Modifies DHCP Class ID) "ipconfig /setclassid"
Java Control Panel (If Installed) "jpicpl32.cpl"
Java Control Panel (If Installed) "javaws"
Keyboard Properties "control keyboard"
Local Security Settings "secpol.msc"
Local Users and Groups "lusrmgr.msc"
Logs You Out Of WINDOW$ "logoff"
Microsoft Chat "winchat"
Minesweeper Game "winmine"
Mouse Properties "control mouse"
Mouse Properties "main.cpl"
Network Connections "control netconnections"
Network Connections "ncpa."
Network Setup Wizard "netsetup.cpl"
Notepad "notepad"
Nview Desktop Manager (If Installed) "nvtuicpl.cpl"
Object Packager "packager"
ODBC Data Source Administrator "odbccp32.cpl"
On Screen Keyboard "osk"
Opens AC3 Filter (If Installed) "ac3filter.cpl"
Password Properties "password.cpl"
Performance Monitor "perfmon.msc"
Performance Monitor "perfmon"
Phone and Modem Options "telephon.cpl"
Power Configuration "powercfg.cpl"
Printers and Faxes "control printers"
Printers Folder "printers"
Private Character Editor "eudcedit"
Quicktime (If Installed) "QuickTime.cpl"
Regional Settings "intl.cpl"
Registry Editor "regedit"
Registry Editor "regedit32"
Remote Desktop "mstsc"
Removable Storage "ntmsmgr.msc"
Removable Storage Operator Requests "ntmsoprq.msc"
Resultant Set of Policy (XP Prof) "rsop.msc"
Scanners and Cameras "sticpl.cpl"
Scheduled Tasks "control schedtasks"
Security Center "wscui.cpl"
Services "services.msc"
Shared Folders "fsmgmt.msc"
Shuts Down WINDOW$ "shutdown"
Sounds and Audio "mmsys.cpl"
Spider Solitare Card Game "spider"
SQL Client Configuration "cliconfg"
System Configuration Editor "sysedit"
System Configuration Utility "sconfig"
System File Checker Utility (Scan Immediately) "sfc /scannow"
System File Checker Utility (Scan Once At Next Boot) "sfc /scanonce"
System File Checker Utility (Scan On Every Boot) "sfc /scanboot"
System File Checker Utility (Return to Default Setting) "sfc /revert"
System File Checker Utility (Purge File Cache) "sfc /purgecache"
System File Checker Utility (Set Cache Size to size x) "sfc /cachesize=x"
System Properties "sysdm.cpl"
Task Manager "taskmgr"
Telnet Client "telnet"
User Account Management "nusrmgr.cpl"
Utility Manager"utilman"
WINDOW$ Firewall "firewall.cpl"
WINDOW$ Magnifier "magnify"
WINDOW$ Management Infrastructure "wmimgmt.msc"
WINDOW$ System Security Tool "syskey"
WINDOW$ Update Launches "wupdmgr"
WINDOW$ XP Tour Wizard "tourstart"
Wordpad "write"

6 Tips Memilih Flashdisk Yang Tepat

0
Bagi Anda yang ingin membeli sebuah flashdisk tentunya tidak ada salahnya mengetahui cara benar memilih flash disk. Berikut ini akan dijabarkan tips jitu dalam memilih flash disk yang tepat dan benar.


1. Dukungan software
Anda dapat memilih flashdisk yang memiliki chip pengontrol di setiap unitnya. Chip pengontrol ini akan memudahkan Anda untuk meng-install USB flash disk dengan berbagai macam software portabel, seperti: Security Software, Partition Software, File Synchronization, dan lain-lain. Security Software sangat penting dalam memastikan data sensitive Anda tidak jatuh ke tangan orang tak berwenang. Anda dapat memilih flashdisk yang kompatible dengan beberapa system operasi, tanpa harus menggunakan driver atau tidak tergantung dengan driver tertentu.

2. Perhatikan kecepatan transfer data
Faktanya, kecepatan transfer data dari USB 2.0 berkisar antara 14 Mb/s hingga 24 Mb/s, namun kecepatan tersebut akan menurun jika menggunakan kabel USB atau USB hub. Walaupun USB 2.0 memiliki kecepatan lebih baik dari USB 1.1, dengan kecepatan 1.5 Mb/s.

3. Perhatikan desain dan kelengkapannya
Tidak hanya desain dan model fisik flashdisk yang sesuai dengan selera Anda, namun yang harus diperhatikan juga adalah kelengkapan produknya, seperti tali gantungan, tutup casing flashdisk, paket CD driver, fasilitas anti air, pengunci manual di luar casing, kabel USB, dan aksesoris lainnya.

4. Perhatikan kapasitas flashdisk
Anda dapat membeli flashdisk, tentunya yang sesuai kebutuhan dan tidak sampai kurang sehingga Anda harus membeli lagi, misalnya kapasitas ideal 2GB, dan sesuai dengan budget Anda.

5. Perhatikan garansi
Garansi sebisa mungkin life time, namun pemakaian rata-rata flashdisk pada umumnya hanya sekitar 2 hingga 3 tahun, bisa karena bosan memakainya atau mungkin Anda membutuhkan kapasitas yang lebih besar. Hal inilah yang menjadi dasar anggapan bagi sebagian orang bahwa masa garansi cukup hanya 2 hingga 3 tahun.

6. Perhatikan informasi manufaktur dan distributor
Pilihlah flashdisk yang handal dan memiliki service center yang jelas. Anda harus memastikan kebenaran informasi mengenai produsen dan distributornya, dan cara menghubungi mereka. Hal ini berguna jika Anda semisal mengalami masalah dengan flashdisk, atau klaim garansi, ketika outlet tempat Anda membeli flashdisk tidak bersedia melayani klaim Anda.