Loading...

Cheat Pointblank Spesial Imlek

Ini cheat bukan buatan saya tapi saya hanya sekedar share cheat pointblank dari teman saya, bagi yg ingin mencoba cheatnya silahkan download disini
FITUR :

ESP NAME {WH NAME}
F1 = Ammo
F2 = No Recoil
F3 = Nembak burung On
F4 = Nembak burung Off
AUTO = Fire Speed
AUTO = Invicible Kill
AUTO = Anti Ilegal Program
Credit by : Yaser_Binjai
Ling Xiaoyu
Thanks to : Teguh enjoy
                     Om Marc enjoy

Memperbaiki Komputer yang tidak dapat booting

Memperbaiki komputer

Salah satu kerusakan komputer yang sering ditemukan adalah permasalahan komputer yang tidak bisa booting. Disini ada beberapa kasus yang bisa terjadi, diantaranya: komputer tidak bisa booting dengan menampilkan pesan error , komputer booting, namun kemudian muncul bluescreen dan komputer booting, namun kemudian merestart lagi.
Untuk permasalahan komputer yang setelah booting muncul tampilan bluescreen, saya telah membahasnya dalam postingan tentang cara memperbaiki komputer bluescreen. Begitu juga dengan penyebab dan cara memperbaiki komputer yang sering restart danmemperbaiki komputer sering hang telah saya uraikan dalam postingan beberapa waktu yag lalu. Sedangkan untuk komputer yang tidak bisa booting sama sekali, disini ada beberapa penyebab yang bisa terjadi, diantaranya:


1. Komputer tidak bisa booting karena Hardisk tidak terdeteksi
Hal ini biasanya ditandai dengan munculnya pesan Disk Boot failure. Untuk mengatasi masalah ini, kita bisa melakukan beberapa hal diataranya:
  • mengecek kondisi kabel IDE atau SATA pada Hardisk, pastikan sudah terpasang dengan benar.
  • untuk 2 hardisk IDE yang terpasang pada 1 kabel, cek posisi jumper untuk setinganMaster dan Slavenya supaya jangan tertukar.
  • cek apakah Hardisk sudah terdeteksi oleh BIOS atau belum, coba di-detect satu persatu. Kalau sama BIOS aja ga terdeteksi berarti masalahnya ada pada hardisk tersebut.
  • coba pegang permukaan hardisk, untuk hardisk yang hidup akan terasa getarannya.
2. Memperbaiki Komputer Komputer tidak bisa booting karena permasalahan Memori dan VGA Card.
Biasanya ditandai dengan terdengarnya bunyi beep yang berulang-ulang, dan tampilan monitor yang tidak mau ngangat. Untuk mengeceknya :
  • coba lepas dulu Memory atau VGA Card, pin-nya dibersihkan dan dipasangkan kembali dengan benar.
  • coba pasang memory di slot yang lain.
  • untuk memory yang lebih dari satu, copot aja dulu yang lainnya dan dites satu persatu.
  • kalau masing terdengar bunyi beep, coba ganti aja dulu Memori atau VGA Cardnya.
3. Memperbaiki Komputer Komputer yang tidak mau booting karena Processor kepanasan.
Masalah Processor yang overheat bisa menyebabkan komputer sering hang, komputer restart sendiri bahkan komputer ga mau booting.
  • Coba dicek kondisi Heatsink dan fan Processor
  • Lihat juga suhu Processor pada Hardware Monitor di BIOS.
4. Memperbaiki Komputer Komputer tidak bisa booting karena hardisk atau sistem Windows yang corupt.
Hal ini bisa dilihat dari pesan yang menunjukkan adanya file yang rusak atau hilang. Untuk mengatasinya:
  • Coba dicek dulu kondisi Memory, kalau terpasang lebih dari satu dan tidak kompatibel, biasanya muncul error sistem windows corupt, jadi lepaskan dulu memory yang tidak sejenis.
  • Repair Hardisk seperti telah saya jelaskan dalam artikel cara memperbaiki hardisk
  • Repair Windows atau install ulang sistem Windows komputer Anda.

Beberapa Hal yang membikin Komputer Bermasalah

Komputer Bermasalah

Banyak hal yang bisa membuat komputer kita jadi bermasalah, Salah satu masalah yang sering dihadapi para pengguna komputer adalah komputer hang, banyak faktor yang menyebabkan komputer sering hang, berikut ini beberapa masalah beserta cara menanalisa kerusakannya :
1. Mulai yang paling parah yaitu kerusakan OS (Operating System)
OS yang rusak sering kali terjadi salah satu diataranya terinfeksi oleh virus, keliru atau tidak sengaja menghapus file system atau Software yang terinstall tidak mendukung OS yang ada (Crash)
2. Memory yang bermasalah (RAM)
Memory atau RAM sering juga menjadi masalah, untuk masalah RAM biasanya ditandai dengan keluar layar biru atau komputer akan mengulang dari awal (restart sendiri)
3. Hardisk Yang Tua atau Cacat
Hardisk baru tidak menjadi jaminan beres, karena kualitas hardisk yang semakin buruk untukpengecekannya bisa memakai software analisa Hardisk
4. Power Supply Drop
Power Supply juga bisa menjadi penyebab salah satu hang bisa karena usia yang sudah tua atau kualitas yang kurang bagus, untuk mengetahui bisa langsung mengecek di BIOS pada menu Hardware Monitor, kerusakan pada Power Supply bisa berimbas pada kerusakan Motherboard dan Hardisk
5. Motherboard Rusak
Karena fungsi primernya sebagai induk komponen lainnya motherboard memegang peranan penting dalam proses komputer, kerusakan pada motherboard bisa berimbas pada kerusakan Processor, untuk mengetahui kondisi motherboard paling mudah kita lakukan cek visual atau melihat langsung pada tiap komponen yang ada misalnya Elco (electrolit Condensator) apakah menggelembung atau tidak, lalu komponen lainnya apakahada yang terbakar.
6. Debu dan Kotoran
Sering kali debu dan kotoran tidak pernah kita awasi mungkin karena bila debu dan kotoran ini sampai memenuhi komponen dalam PC maka akan terjadi overheat baik pada processor atau pun pada Power Supply yang berakibat pada kerusakan komponen tersebut.
Menghilangkan Virus Shortcut tanpa Antivirus

Menghilangkan Virus Shortcut tanpa Antivirus

Virus Shortcut
Virus ini termasuk kedalam golongan virus .vbs. Walaupun virus ini tidak begitu berbahaya, namun kita juga harus tetap waspada karena virus ini akan mengakibatkan kerja komputer menjadi berat. Virus ini dengan cara membuat file ” autorun.inf, dekstop.ini, fanny.bmp, thumb.db, serta file shortcut yang berextensi .lnk “ pada setiap drive dan folder. semakin banyak Folder didalam komputer kita, maka akan semakin banyak pula virus shortcut yang dibuat oleh virus ini.
virus shortcut
virus shortcut

Langkah-langkah untuk mencegah atau paling tidak mengurangi virus shortcut adalah sebagai berikut ;
  1. Matikan terlebih dahulu System Restore pada semua drive ( My Computer, Properties, System Restore, beri centang pada Turn off System Restore on All Drives
  2. Matikan proses “wscript.exe”  (Task manager. services, wscript.exe, klik kanan pada wscript exeend process/end process tree)
  3. Buka windows explorer, klik menu “Tool” lalu pilih “Folder Option”, selanjutnya pada tab “View” klik “Show hidden files and folders”, hilangkan tanda contreng pada “Hide extensions for known file types” dan hilangkan juga tanda contreng pada Hide protected operating system files. Klik OK.
  4. Klik tombol “Search”, Klik All Files and Folders, Pada bagian All or part of the file name ketik : Autorun.inf, pada bagian Look in klik “My Computer”, lalu beri centang semua pada bagian More Advanced Options lalu hapus semua file yang telah ditemukan.
  5. Setelah Proses pada No. 4 selesai, lakukan proses sama seperti No. 4. Tapi pada kolomAll or Part of the file name di isi dengan Dekstop.ini. Hapus juga file ini.
  6. Setelah Proses pada No. 5 selesai, lakukan proses sama seperti No. 4. Tapi pada kolomAll or Part of the file name di isi dengan *.lnk >>>( LNK bukan ink ). Hapus juga file ini. tapi kamu harus hati-hati jangan sampai salah menghapus, Ciri dari shortcut folder yang dibuat oleh virus shortcut yaitu ketika kita menunjuk folder tersebut maka akan muncul link dari shortcut tersebut yaitu ke arah windows/system32, itu adalah shortcut (virus shortcut) yang harus kita hapus
Panduan Windows XP Services

Panduan Windows XP Services


Kadang kala komputer kita terasa lambat, karena banyaknya service yang dijalankan oleh windows ketika komputer kita start atau dihidupkan. Sehingga sering kita melihat CPU digunakan 100%. Sebenarnya banyak service pada windows yang tidak perlu dijalankan, misalkan bila komputer kita tidak terhubung ke jaringan LAN, maka seharusnya service untuk Network di non aktifkan
Agar komputer kita selalu bekerja dengan optimal, anda harus tahu service mana yang dapat di non aktifkan, di set secara manual, dan harus bekerja secara Otomatis. Pada artikel ini akan diterangkan bagian-bagian yang perlu di setting pada windows Service
Caranya – Klik Start, Run, ketik “services.msc” dan tekan enter. klik pada status bar dua kali untuk menyaring semua layanan mulai dari atas. Double klik mouse pada Nama Service yang ingin Anda ubah. Ubah “Startup Type” baik Otomatis, Manual atau Disabled kemudian pilih “Apply” dan “OK”, ulangi untuk service yang lainnya seperti berikut ini :
Non aktifkan (Disable) atau Manual – Berikut ini adalah daftar service yang dapat Anda nonaktifkan pada Sistem:
  • Disable Alerter
  • Disable Distributed Link Tracking Client
  • Disable Help and Support – (Jika Anda ingin menggunakan Windows Help and Support biarkan service ini diaktifkan)
  • Disable Indexing Service
  • Disable IPSEC Services
  • Disable Messenger – (Menggunakan Messenger untuk SP2 atau yang lebih tinggi lebih baik menon aktifkan fungsi ini)
  • Disable Portable Media Serial Number
  • Disable Remote Registry Service
  • Disable Secondary Logon – (Service ini berfungsi untuk menjalankan perintah Run As)
  • Disable SSDP Discovery Service
  • Disable Telnet
  • Disable Upload Manager
Otomatis – Berikut ini adalah daftar Service yang selalu harus di set ke otomatis:
  1. Automatic Application Layer Gateway Service – (Digunakan untuk Windows XP Firewall)
  2. Automatic Automatic Updates – (Digunakan untuk Windows Updates)
  3. Automatic Background Intelligent Transfer Service – (Digunakan untuk Windows Updates)
  4. Automatic COM+ Event System – (Digunakan untuk beberapa aplikasi)
  5. Automatic Cryptographic Services – (Diperlukan untuk mengkonfirmasi tanda tangan file sistem Windows, layanan untuk melindungi Root dan beberapa layanan penting)
  6. Automatic DCOM Server Process Launcher – (Digunakan untuk  Disk Defragmenter)
  7. Automatic DHCP Client – (Digunakan untuk koneksi  Cable/DSL dan routers)
  8. Automatic DNS Client – (Meningkatkan kerja Internet)
  9. Automatic Event Log – (Digunakan oleh Windows dan tidak bisa di hentikan)
  10. Automatic Logical Disk Manager – (Required to manage and update your hard drives)
  11. Automatic Network Connections – (Digunakan untuk  network connections)
  12. Automatic Plug and Play – (Digunakan untuk  system hardware, jangan mendisable service ini)
  13. Automatic Print Spooler – (Digunakan untuk sambungan  printers)
  14. Automatic Protected Storage – (Diperlukan untuk  melindungi data yang sensitif dan untuk mencegah akses oleh layanan yang tidak sah, proses, atau pengguna.)
  15. Automatic Remote Procedure Call (RPC) – (Required by Windows, Never Disable This!)
  16. Automatic Security Accounts Manager – (Diperlukan untuk informasi keamanan penyimpanan untuk akun pengguna lokal)
  17. Automatic Security Center – (Pemberitahuan tentang Firewall, Automatic Updates dan status Perlindungan Virus)
  18. Automatic Shell Hardware Detection – (Digunakan untuk  fungi AutoPlay)
  19. Automatic System Event Notification – (Digunakan pada beberapa aplikasi)
  20. Automatic System Restore Service – (Required by the System Restore feature)
  21. Automatic Task Scheduler – (Diperlukan oleh Prefetcher Windows dan aplikasi lainnya seperti Norton AV, Jangan Nonaktifkan servis ini!)
  22. Automatic Terminal Services – (Diperlukan oleh fitur Pusat Keamanan Alert)
  23. Automatic Themes – (Dibutuhkan oleh tampilan baru dari Windows XP)
  24. Automatic Windows Audio – (Digunakan untuk  sound)
  25. Automatic Windows Firewall/Internet Connection Sharing (ICS) – (Digunakan untuk  Windows XP Firewall)
  26. Automatic Windows Management Instrumentation – (Digunakan oleh Windows, Jangan Disable servis ini!)
Network Service – Berikut ini adalah daftar Service yang dibutuhkan pada jaringan rumah dan LAN:
  • Network Services Computer Browser – (Menempatkan lokal komputer dan sumber daya pada LAN)
  • Network Services DHCP Client – (Digunakan untuk koneksi  Cable/DSL dan routers)
  • Network Services Network Connections – (Digunakan untuk  network connections)
  • Network Services Server – (Digunakan  untuk sharing jaringan dan mengelola account pengguna lokal)
  • Network Services TCP/IP NetBIOS Helper – (Digunakan untuk NetBIOS name resolution)
  • Network Services Wireless Zero Configuration – (Digunakan pada saat anda berada di area Jaringan WiFi)
  • Network Services Workstation – (Digunakan untuk sharing file dan printer pada jaringan LAN ke Server)
Untuk menjalankan secara Otomatis klik Start lalu klik Ok, dan untuk menjalankan secara manual atau menonaktifkan (Disable) klik Stop lalu klik Ok.