Loading...
Penjelasan Mengenai Alamat IP versi 6

Penjelasan Mengenai Alamat IP versi 6

0

Berbeda dengan IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat), IPv6 memiliki panjang 128-bit. IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja. IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, memiliki total alamat yang mungkin hingga 2128=3,4 x 1038 alamat. Total alamat yang sangat besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing.
Sama seperti halnya IPv4, IPv6 juga mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat otomatis. Jika dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan dengan stateless address configuration.

Seperti halnya IPv4 yang menggunakan bit-bit pada tingkat tinggi (high-order bit) sebagai alamat jaringan sementara bit-bit pada tingkat rendah (low-order bit) sebagai alamat host, dalam IPv6 juga terjadi hal serupa. Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat tinggi akan digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6, yang disebut dengan Format Prefix (FP). Dalam IPv6, tidak ada subnet mask, yang ada hanyalah Format Prefix.
Pengalamatan IPv6 didefinisikan dalam RFC 2373.
Format Alamat
Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Karenanya, format notasi yang digunakan oleh IPv6 juga sering disebut dengan colon-hexadecimal format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format.

Berikut ini adalah contoh alamat IPv6 dalam bentuk bilangan biner:
00100001110110100000000011010011000000000000000000101111001110110000001010101010000000001111111111111110001010001001110001011010
Untuk menerjemahkannya ke dalam bentuk notasi colon-hexadecimal format, angka-angka biner di atas harus dibagi ke dalam 8 buah blok berukuran 16-bit:
0010000111011010       0000000011010011    0000000000000000 0010111100111011   0000001010101010    0000000011111111 1111111000101000       1001110001011010
Lalu, setiap blok berukuran 16-bit tersebut harus dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal dan setiap bilangan heksadesimal tersebut dipisahkan dengan menggunakan tanda titik dua.
Hasil konversinya adalah à 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A.

Penyederhanaan bentuk alamat
Alamat di atas juga dapat disederhanakan lagi dengan membuang angka 0 pada awal setiap blok yang berukuran 16-bit di atas, dengan menyisakan satu digit terakhir. Dengan membuang angka 0, alamat di atas disederhanakan menjadi à 21DA:D3:0:2F3B:2AA:FF:FE28:9C5A
Konvensi pengalamatan IPv6 juga mengizinkan penyederhanaan alamat lebih jauh lagi, yakni dengan membuang banyak karakter 0, pada sebuah alamat yang banyak angka 0-nya. Jika sebuah alamat IPv6 yang direpresentasikan dalam notasi colon-hexadecimal format mengandung beberapa blok 16-bit dengan angka 0, maka alamat tersebut dapat disederhanakan dengan menggunakan tanda dua buah titik dua (::). Untuk menghindari kebingungan, penyederhanaan alamat IPv6 dengan cara ini sebaiknya hanya digunakan sekali saja di dalam satu alamat, karena kemungkinan nantinya pengguna tidak dapat menentukan berapa banyak bit 0 yang direpresentasikan oleh setiap tanda dua titik dua (::) yang terdapat dalam alamat tersebut. Tabel berikut mengilustrasikan cara penggunaan hal ini.

Alamat asli
Alamat asli yang disederhanakan
Alamat setelah dikompres
FE80:0000:0000:0000:02AA:00FF:FE9A:4CA2
FE80:0:0:0:2AA:FF:FE9A:4CA2
FE80::2AA:FF:FE9A:4CA2
FF02:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0002
FF02:0:0:0:0:0:0:2
FF02::2
Untuk menentukan berapa banyak bit bernilai 0 yang dibuang (dan digantikan dengan tanda dua titik dua) dalam sebuah alamat IPv6, dapat dilakukan dengan menghitung berapa banyak blok yang tersedia dalam alamat tersebut, yang kemudian dikurangkan dengan angka 8, dan angka tersebut dikalikan dengan 16. Sebagai contoh, alamat FF02::2 hanya mengandung dua blok alamat (blok FF02 dan blok 2). Maka, jumlah bit yang dibuang adalah (8-2) x 16 = 96 buah bit.
Format Prefix
Dalam IPv4, sebuah alamat dalam notasi dotted-decimal format dapat direpresentasikan dengan menggunakan angka prefiks yang merujuk kepada subnet mask. IPv6 juga memiliki angka prefiks, tapi tidak didugnakan untuk merujuk kepada subnet mask, karena memang IPv6 tidak mendukung subnet mask.
Prefiks adalah sebuah bagian dari alamat IP, di mana bit-bit memiliki nilai-nilai yang tetap atau bit-bit tersebut merupakan bagian dari sebuah rute atau subnet identifier. Prefiks dalam IPv6 direpesentasikan dengan cara yang sama seperti halnya prefiks alamat IPv4, yaitu [alamat]/[angka panjang prefiks]. Panjang prefiks mementukan jumlah bit terbesar paling kiri yang membuat prefiks subnet. Sebagai contoh, prefiks sebuah alamat IPv6 dapat direpresentasikan à 3FFE:2900:D005:F28B::/64
Pada contoh di atas, 64 bit pertama dari alamat tersebut dianggap sebagai prefiks alamat, sementara 64 bit sisanya dianggap sebagai interface ID.

Penjelasan Mengenai Format Paket IPv4

0

Paket-paket data dalam protokol IP dikirimkan dalam bentuk datagram. Sebuah datagram IP terdiri atas header IP dan muatan IP (payload). Header IP menyediakan dukungan untuk memetakan jaringan (routing), identifikasi muatan IP, ukuran header IP dan datagram IP, dukungan fragmentasi, dan juga IP Options. Sedangkan payload IP berisi informasi yang dikirimkan. Payload IP memiliki ukuran bervariasi, berkisar dari 8 byte hingga 65515 byte. Sebelum dikirimkan di dalam saluran jaringan, datagram IP akan “dibungkus” (encapsulation) dengan header protokol lapisan antarmuka jaringan dan trailer-nya, untuk membuat sebuah frame jaringan. Setiap datagram terdiri dari beberapa field yang memiliki fungsi tersendiri dan memiliki informasi yang berbeda – beda.

Header IP terdiri atas beberapa field sebagai berikut:
a.       Version. Digunakan untuk mengindikasikan versi dari header IP yang digunakan.
b.      Internet Header Length. Digunakan untuk mengindikasi ukuran header IP.
c.       Type of Service. Field ini digunakan untuk menentukan kualitas transmisi dari sebuah datagram IP.
d.      Total Length. Merupakan panjang total dari datagram IP, yang mencakup header IP dan muatannya.
e.       Identification. Digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah paket IP tertentu yang akan difragmentasi..
f.       Flags. Berisi dua buah flag yang berisi apakah sebuah datagram IP mengalami fragmentasi atau tidak.
-          Bit 0 = reserved, diisi 0.
-          Bit 1 = bila 0 bisa difragmentasi, bila 1 tidak dapat difragmentasi.
-          Bit 1 = bila 0 fragmentasi berakhir, bila 1 ada fragmentasi lagi.
a.       Fragment Offset. Digunakan untuk mengidentifikasikan offset di mana fragmen yang bersangkutan dimulai, dihitung dari permulaan muatan IP yang belum dipecah.
b.      Time to Live. Digunakan untuk mengidentifikasikan berapa banyak saluran jaringan di mana sebuah datagram IP dapat berjalan-jalan sebelum sebuah router mengabaikan datagram tersebut.
c.       Protocol. Digunakan untuk mengidentifikasikan jenis protokol lapisan yang lebih tinggi yang dikandung oleh muatan IP.
d.      Header Checksum. Field ini berguna hanya untuk melakukan pengecekan integritas terhadap header IP.
e.       Source IP Address. Mengandung alamat IP dari sumber host yang mengirimkan datagram IP tersebut.
f.       Destination IP Address. Mengandung alamat IP tujuan ke mana datagram IP tersebut akan disampaikan
Penjelasan Tentang Alamat Privat

Penjelasan Tentang Alamat Privat

0

Setiap node IP membutuhkan sebuah alamat IP yang secara global unik terhadap internetwork IP. Pada kasus internet, setiap node di dalam sebuah jaringan yang terhubung ke internet akan membutuhkan sebuah alamat yang unik secara global terhadap internet. Organisasi-organisasi yang menghubungkan intranet miliknya ke internet membutuhkan sebuah alamat publik untuk setiap node di dalam intranet miliknya tersebut. Hal ini akan membutuhkan sebuah alamat publik yang unik secara global.
Kebanyakan host di dalam intranet organisasi tersebut tidak harus terhubung secara langsung ke internet. Host-host yang membutuhkan sekumpulan layanan internet, seperti halnya akses terhadap web atau e-mail, biasanya mengakses layanan internet tersebut melalui gateway yang berjalan di atas lapisan aplikasi seperti proxy server atau e-mail server. Hasilnya, kebanyakan organisasi hanya membutuhkan alamat publik dalam jumlah sedikit saja yang nantinya digunakan oleh node-node tersebut (hanya untuk proxy, router, firewall, atau translator) yang terhubung secara langsung ke internet. 

Untuk host-host di dalam sebuah organisasi yang tidak membutuhkan akses langsung ke internet, alamat-alamat IP yang bukan duplikat dari alamat publik yang telah ditetapkan mutlak dibutuhkan. Untuk mengatasi masalah pengalamatan ini, para desainer internet mereservasikan sebagian ruangan alamat IP dan menyebut bagian tersebut sebagai ruangan alamat pribadi.
Sebuah alamat IP yang berada di dalam ruangan alamat pribadi tidak akan digunakan sebagai sebuah alamat publik. Alamat IP yang berada di dalam ruangan alamat pribadi dikenal juga dengan alamat pribadi. Karena di antara ruangan alamat publik dan ruangan alamat pribadi tidak saling melakukan overlapping, maka alamat pribadi tidak akan menduplikasi alamat publik, dan tidak pula sebaliknya.
Ruangan alamat pribadi yang ditentukan di dalam RFC 1918 didefinisikan di dalam tiga blok alamat berikut:
-       10.0.0.0/8                    -   172.16.0.0/12                      -   192.168.0.0/16
a.      10.0.0.0/
Jaringan pribadi (private network) 10.0.0.0/8 merupakan sebuah network identifier kelas A yang mengizinkan alamat IP yang valid dari 10.0.0.1 hingga 10.255.255.254. Private network 10.0.0.0/8 memiliki 24 bit host yang dapat digunakan untuk skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat.
b.      172.16.0.0/12
Jaringan pribadi 172.16.0.0/12 dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 16 network identifier kelas B atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 20 bht yang dapat ditetapkan sebagai host identifier, yang dapat digunakan dengan menggunakan skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat. Alamat jaringan privat 17.16.0.0/12 mengizinkan alamat-alamat IP yang valid dari 172.16.0.1 hingga 172.31.255.254.
c.       192.168.0.0/16
Jaringan pribadi 192.168.0.0/16 dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 256 network identifier kelas C atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 16 bit yang dapat ditetapkan sebagai host identifier yang dapat digunakan dengan menggunakan skema subnetting apapun di dalam sebuah organisasi privat. Alamat private network 192.168.0.0/16 dapat mendukung alamat-alamat IP yang valid dari 192.168.0.1 hingga 192.168.255.254.
d.      169.254.0.0/16
Alamat jaringan ini dapat digunakan sebagai alamat privat karena memang IANA mengalokasikan untuk tidak menggunakannya. Alamat IP yang mungkin dalam ruang alamat ini adalah 169.254.0.1 hingga 169.254.255.254, dengan alamat subnet mask 255.255.0.0. Alamat ini digunakan sebagai alamat IP privat otomatis (dalam Windows, disebut dengan Automatic Private Internet Protocol Addressing (APIPA)).
Explanation About Address Illegal

Explanation About Address Illegal

0
        Intranet-private intranets that do not have the will to mengoneksikan intranet to the Internet can choose whatever they want to address, although it uses a public address that has been assigned by the InterNIC. If an organization later decides to connect its intranet to the Internet, it uses the address scheme may contain addresses that may have been set by the InterNIC or other organization. The addresses can be a conflict between one and the other, so it is also called the illegal address, which can not be reached by other hosts.
Alamat Multicast, Alamat Public dan Alamat IP Lainnya

Alamat Multicast, Alamat Public dan Alamat IP Lainnya

0

            1        Alamat Multicast
Merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.
Alamat IP Multicast (multicast IP address) adalah alamat yang digunakan untuk menyampaikan satu paket kepada banyak penerima. Dalam sebuah intranet yang memiliki alamat multicast IPv4, sebuah paket yang ditujukan ke sebuah alamat multicast akan diteruskan oleh router ke subjaringan di mana terdapat host-host yang sedang berada dalam kondisi “listening” terhadap lalu lintas jaringan yang dikirimkan ke alamat multicast tersebut.
Dengan cara ini, alamat multicast pun menjadi cara yang efisien untuk mengirimkan paket data dari satu sumber ke beberapa tujuan untuk beberapa jenis komunikasi. Alamat multicast didefinisikan dalam RFC 1112. Alamat-alamat multicast IPv4 didefinisikan dalam ruang alamat kelas D, yakni 224.0.0.0/4, yang berkisar dari 224.0.0.0 hingga 239.255.255.255. Prefiks alamat 224.0.0.0/24 (dari alamat 224.0.0.0 hingga 224.0.0.255) tidak dapat digunakan karena dicadangkan untuk digunakan oleh lalu lintas multicast dalam subnet lokal. Daftar alamat multicast dapat dilihat pada situs IANA.

2        Alamat IP lainnya
Jika ada sebuah intranet tidak yang terkoneksi ke internet, semua alamat IP dapat digunakan. Jika koneksi dilakukan secara langsung (dengan menggunakan teknik routing) atau secara tidak langsung (dengan menggunakan proxy server), maka ada dua jenis alamat yang dapat digunakan di dalam internet, yaitu public address (alamat publik) dan private address (alamat pribadi).
3        Alamat Publik
Alamat publik adalah alamat-alamat yang telah ditetapkan oleh InterNIC dan berisi beberapa buah network identifier yang telah dijamin unik (artinya, tidak ada dua host yang menggunakan alamat yang sama) jika intranet tersebut telah terhubung ke Internet.
Ketika beberapa alamat publik telah ditetapkan, maka beberapa rute dapat diprogram ke dalam sebuah router sehingga lalu lintas data yang menuju alamat publik tersebut dapat mencapai lokasinya. Di internet, lalu lintas ke sebuah alamat publik tujuan dapat dicapai, selama masih terkoneksi dengan internet.
Penjelasan Tentang Alamat Broadcast

Penjelasan Tentang Alamat Broadcast

0


Merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone. Alamat broadcast IP versi 4 digunakan untuk menyampaikan paket-paket data “satu-untuk-semua”. Jika sebuah host pengirim yang hendak mengirimkan paket data dengan tujuan alamat broadcast, maka semua node yang terdapat di dalam segmen jaringan tersebut akan menerima paket tersebut dan memprosesnya. Berbeda dengan alamat IP unicast atau alamat IP multicast, alamat IP broadcast hanya dapat digunakan sebagai alamat tujuan saja, sehingga tidak dapat digunakan sebagai alamat sumber.
Ada empat buah jenis alamat IP broadcast, yakni network broadcast, subnet broadcast, all-subnets-directed broadcast, dan Limited Broadcast. Untuk jaringan Ethernet dan Token Ring, semua paket broadcast IP akan dikirimkan ke alamat broadcast Ethernet dan Token Ring, yakni 0xFF-FF-FF-FF-FF-FF.

1   Network Broadcast
Alamat network broadcast IPv4 adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host menjadi 1 dalam sebuah alamat yang menggunakan kelas (classful). Contohnya adalah, dalam NetID 131.107.0.0/16, alamat broadcast-nya adalah 131.107.255.255. Alamat network broadcast digunakan untuk mengirimkan sebuah paket untuk semua host yang terdapat di dalam sebuah jaringan yang berbasis kelas. Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan dengan alamat network broadcast.
  Subnet broadcast
Alamat subnet broadcast adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host menjadi 1 dalam sebuah alamat yang tidak menggunakan kelas (classless). Sebagai contoh, dalam NetID 131.107.26.0/24, alamat broadcast-nya adalah 131.107.26.255. Alamat subnet broadcast digunakan untuk mengirimkan paket ke semua host dalam sebuah jaringan yang telah dibagi dengan cara subnetting, atau supernetting. Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan dengan alamat subnet broadcast.
Alamat subnet broadcast tidak terdapat di dalam sebuah jaringan yang menggunakan kelas alamat IP dan yang tidak menggunakan kelas alamat IP.
  All-subnets-directed broadcast
Alamat IP ini adalah alamat broadcast yang dibentuk dengan mengeset semua bit-bit network identifier yang asli yang berbasis kelas menjadi 1 untuk sebuah jaringan dengan alamat tak berkelas (classless). Sebuah paket jaringan yang dialamatkan ke alamat ini akan disampaikan ke semua host dalam semua subnet yang dibentuk dari network identifer yang berbasis kelas yang asli. Contoh untuk alamat ini adalah untuk sebuah network identifier 131.107.26.0/24, alamat all-subnets-directed broadcast untuknya adalah 131.107.255.255. Alamat ini adalah alamat jaringan broadcast dari network identifier alamat berbasis kelas yang asli. Dalam contoh di atas, alamat 131.107.26.0/24 yang merupakan alamat kelas B, yang secara default memiliki network identifer 16, maka alamatnya adalah 131.107.255.255.
Semua host dari sebuah jaringan dengan alamat tidak berkelas akan menengarkan dan memproses paket-paket yang dialamatkan ke alamat ini. RFC 922 mengharuskan router IP untuk meneruskan paket yang di-broadcast ke alamat ini ke semua subnet dalam jaringan berkelas yang asli. Belum banyak diimplementasikan. Dengan banyaknya alamat network identifier yang tidak berkelas, maka alamat ini pun tidak relevan lagi dengan perkembangan jaringan. Menurut RFC 1812, penggunaan alamat jenis ini telah ditinggalkan.

  Limited broadcast
Alamat ini adalah alamat yang dibentuk dengan mengeset semua 32 bit alamat IP versi 4 menjadi 1 (11111111111111111111111111111111 atau 255.255.255.255). Alamat ini digunakan ketika sebuah node IP harus melakukan penyampaian data secara one-to-everyone di dalam sebuah jaringan lokal tetapi ia belum mengetahui network identifier-nya. Contoh penggunaanya adalah ketika proses konfigurasi alamat secara otomatis dengan menggunakan Boot Protocol (BOOTP) atau Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP). Sebagai contoh, dengan DHCP, sebuah klien DHCP harus menggunakan alamat ini untuk semua lalu lintas yang dikirimkan hingga server DHCP memberikan sewaan alamat IP kepadanya.
Semua host, yang berbasis kelas atau tanpa kelas akan mendengarkan dan memproses paket jaringan yang dialamatkan ke alamat ini. Paket jaringan akan dikirimkan ke semua node di dalam semua jaringan, hanya terjadi di dalam jaringan lokal saja, dan tidak akan pernah diteruskan oleh router IP, mengingat paket data dibatasi saja hanya dalam segmen jaringan lokal saja. Karenanya, alamat ini disebut sebagai limited broadcast.
Penjelasan Tentang Alamat Unicast

Penjelasan Tentang Alamat Unicast

0

Merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah internetwork IP. Alamat Unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one. Alamat unicast menggunakan kelas A, B, dan C d`ri kelas-kelas alamat IP yang telah disebutkan sebelumnya.
Dalam RFC 791 alamat Unicast IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, dilihat dari oktet pertamanya, seperti terlihat pada tabel. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya adalah bit-bit awal/high-order bit), tapi untuk lebih mudah mengingatnya, akan lebih cepat diingat dengan menggunakan representasi desimal.

Kelas
Alamat IP
Oktet pertama Template:Br(desimal)
Oktet pertama Template:Br(biner)
Digunakan oleh
Kelas A
1–126
0xxx xxxx
Alamat unicast untuk jaringan skala besar
Kelas B
128–191
1xxx xxxx
Alamat unicast untuk jaringan skala menengah hingga skala besar
Kelas C
192–223
110x xxxx
Alamat unicast untuk jaringan skala kecil
Kelas D
224–239
1110 xxxx
Alamat multicast (bukan alamat unicast)
Kelas E
240–255
1111 xxxx
Direservasikan;umumnya di gunakan sebagai alamat percobaan (eksperimen); (bukan alamat unicast).
                                                          
                   Kelas A
Alamat-alamat unicast kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya—untuk melengkapi oktet pertama—akan membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier.
Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan.
Kelas B
Alamat-alamat unicast kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya.
Kelas C
Alamat IP unicast kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya.
Kelas D
Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, sehingga berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. Untuk lebih jelas mengenal alamat ini, lihat pada bagian Alamat Multicast IPv4. Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat “eksperimental” atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111.28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.
Kelas Alamat
Nilai oktet pertama
Bagian untuk Network Identifier
Bagian untuk Host Identifier
Jumlah jaringan maksimum
Jumlah host dalam satu jaringan maksimum
Kelas A
1–126
W
X.Y.Z
126
16,777,214
Kelas B
128–191
W.X
Y.Z
16,384
65,534
Kelas C
192–223
W.X.Y
Z
2,097,152
254
Kelas D
224–239
Multicast IP Address
Multicast IP Address
Multicast IP Address
Multicast IP Address
Kelas E
240–255
Dicadangkan; eksperimen
Dicadangkan; eksperimen
Dicadangkan; eksperimen
Dicadangkan; eksperimen
Catatan: Penggunaan kelas alamat IP sekarang tidak relevan lagi, mengingat sekarang alamat IP sudah tidak menggunakan kelas alamat lagi. Pengemban otoritas Internet telah melihat dengan jelas bahwa alamat yang dibagi ke dalam kelas-kelas seperti di atas sudah tidak mencukupi kebutuhan yang ada saat ini, di saat penggunaan Internet yang semakin meluas. Alamat IPv6 yang baru sekarang tidak menggunakan kelas-kelas seperti alamat IPv4. Alamat yang dibuat tanpa mempedulikan kelas disebut juga dengan classless address.
Explanation of IP version 4 address

Explanation of IP version 4 address

0

Address IP version 4 (IPv4 address is often called) is a type of network that is used in the network protocol TCP / IP using the IP protocol version 4. Total length is 32-bit, and theoretically can put up to 4 billion a host computer, or more precisely 4,294,967,296 hosts around the world, the number of hosts is obtained from 256 (obtained from 8 bits) dipangkat 4 (since there are 4 octets) so that the value alamt most out of IP version 4 is 255.255.255.255 where the calculated value of zero so that the value of the value of the host that can be accommodated is 256x256x256x256 = 4,294,967,296 hosts. so blah hosts that exist throughout the world over the quota then be made to IP version 6, or IPv6. Examples of IP version 4 address is 192.168.0.3.


IPv4 addresses are divided into several types, namely as follows:

Click the link above for more detail continued ...
Penjelasan dan Pengenalan IP Address

Penjelasan dan Pengenalan IP Address

0

Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit(untuk IPv4atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputertersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP. Internet Assigned NumbersAuthority (IANA) yang mengelola alokasi alamat IP global. IANAbekerja
Internet Protocol(IP) address adalah alamat numerik yang ditetapkan untuk sebuah komputer yang berpartisipasi dalam jaringan komputeryang memanfaatkan Internet Protocoluntuk komunikasi antara node-nya. Walaupun alamat IP disimpan sebagai angka biner, mereka biasanya ditampilkan agar memudahkan manusia menggunakan notasi, seperti 208.77.188.166 (untuk IPv4), dan 2001: db8: 0:1234:0:567:1:1 (untuk IPv6).

Internet Protocol juga memiliki tugas routing paket data antara jaringan, alamat IP dan menentukan lokasi dari node sumber dan node tujuan dalam topologi dari sistem routing. Untuk tujuan ini, beberapa bit pada alamat IP yang digunakan untuk menunjuk sebuah subnetwork. Jumlah bit ini ditunjukkan dalam notasi CIDR, yang ditambahkan ke alamat IP, misalnya, 208.77.188.166/24.

Sistem pengalamatan IP ini terbagi menjadi dua, yakni:
·         IP versi 4 (IPv4)
·         IP versi 6 (IPv6)

Pengiriman data dalam jaringan TCP/IP berdasarkan IP address komputer pengirim dan komputer penerima. IP address memiliki dua bagian, yaitu alamat jaringan (network address) dan alamat komputer lokal (host address) dalam sebuah jaringan.
Alamat jaringan digunakan oleh router untuk mencari jaringan tempat sebuah komputer lokal berada, semantara alamat komputer lokal digunakan untuk mengenali sebuah komputer pada jaringan lokal.
Mind Yourself Someone to Deadly

Mind Yourself Someone to Deadly

0
The mind can kill us . The sentence was not arbitrary , because what's on our mind will determine what we will lakukkan . So the thought was we could not offhand . There are seven types of thoughts that are harmful to our lives . What is it ?

1 . stress
Whatever we do , try not to make stes . Research shows that prolonged stress can be deadly . Stress increases the risk of heart disease , flu virus , metabolic syndrome , and increased blood pressure . Make no mistake , it was a happy sometimes stressful too . British scientists found that people who got the promotion work stress increased by 10 % and more frequently to the physician .

2 . moody
Moodiness makes people less able to not only get along , but also decreased physical condition . Study of 180 patients with clogged arteries , solitary proven patients at risk of death twice that of patients who were cheerful . The study, published in the journal Archives of Surgery , said that the type of personality we are closely related to the immune system and response system .

3 . restless
Nervousness or anxiety tend to trigger weakness , and correlates with Alzheimer's disease , and even insanity . This theory is derived from studies conducted at more than 500 elderly people who lived alone for five years . They were spirited extrovert 50 % lower risk of developing dementia than those who are often nervous and anxious .

4 . Disadvantages of self-control
Often late keep their promises ? It's hard to control yourself ? Hard to draw up their own possessions ? Just be vigilant , because these bad habits reflect the health condition . Studies conducted Howard S. Friedman , scientists from the University of California , hahwa prove they are disciplined lifestyle , regularly , can live two to four years longer than those who do not . And usually those who can not control themselves are people who are stressed or drink alcohol addiction .

5 . restless
People who often feel restless , often worry and depression , died more rapidly than the average irang most . Study in 1800 men aged over 30 years , proving that the neurotic patient is a smoker . According to Daniel Mrocze kdari Purdue University , this anxiety sufferers think that cigarettes can calm them , but instead it is slowly killing

6 . Disadvantages meaning of life
If we feel a lack of sense of self , it is dangerous . Research at 1200 elderly people prove that they are not suffering from a mental disorder are those who have a high purpose in life . " People with a higher understanding of life's purpose will do things will go in for his life, and his behavior is quite healthy , " said researcher Patricia Boyle of the Rush Alzheimer 's Disease Center in Chicago .

7 . cynical
Cynical , suspicious , do not believe anyone else , is a character that bus increase heart disease . Studies conducted on 300 Vietnam veterans who claimed that they had anxiety and disbelief at about potentially 25 % higher heart disease .

source : http://nilasari90.blogspot.com
Understanding Protocols and Various kinds

Understanding Protocols and Various kinds

0
Protocol is a set of rules that governs the communications between computers on a network , the rules include guidelines that apply to the ways or methods of accessing a network , the physical topology , cable types and data transfer speed .


 
Protocols are known are as follows :
- Ethernet - Token Ring
- Local Talk - FDDI
- ATM


1 Ethernet
Ethernet access method called CSMA / CD ( Carrier Sense Multiple Access / Collision Detection ) . This is a system where each computer listens to the cable from the network before sending anything into it . If the network is clear, the computer will transmit the data , if there is another transmission on the cable, the computer will wait and try re- transmission if the line is clear . Sometimes, two computers attempt to transmit at the same time , when this happens , each computer will be back and will wait a random amount of data to transmit back . This method is known to the coalition , and will not affect the transmission speed of the network .
Ethernet protocol can be used for the network model linear bus, star , or tree . Data can be transmitted over twisted pair cables , coaxial , or fiber optic cable at a speed of 10 Mbps .


2 LocalTalk
LocalTalk is a network protocol that was developed by Apple Computer , Inc. . for Macintosh machines . The method used by LocalTalk is a CSMA / CA ( Carrier Sense Multiple Access with Collision Avoidance ) . Almost the same as CSMA / CD .. LocalTalk adapters and special twisted pair cable can be used to connect multiple computers through the serial port . The Macintosh operating system allows the establishment of a peer-to - peer without the need for additional specialized application protocol LocalTalk networks can be used to model the Straight Line , star , or tree models using twisted pair cable . The most striking shortage is speed . Speed ​​transmission is only 230 Kbps .

3 Token Ring
Token protocol was developed by IBM in the mid-1980s . The access method passing of a token in a circle like a ring . In a token ring , the computers are connected to each other like a ring . A token signal moving spins in a circle ( ring ) in a network and move from a computer to the computer to the next , if the stopover on one of the computers turned out to be no data to be transmitted , the token will transport it to the place where the data it wants addressed , continues to move tokens each respectively connect between computers .
Token Ring protocol requires a star network model using twisted pair cable or fiber optic cable . And can perform transmission speeds of 4 Mbps or 16 Mbps . In line with the development of Ethernet , Token Ring uses dwindle until now .

4 FDDI
Fiber Distributed Data Interface ( FDDI ) is a network protocol that connects two or more networks even at great distances . The access method used by FDDI token . FDDI uses a dual ring physical topology . Baiasanya transmission process using one of the rings , but if any problems are found it will automatically use the second ring .
An advantage of FDDI is speed using fiber optic cable at 100 Mbps .


5 ATM
ATM stands for Asynchronous Transfer Mode ( ATM) is a network protocol that transmits data at a speed of 155 Mbps or more . ATM works by transmitting all data in packets where the other transfer protocols on large - size package . ATM supports a variety of media such as video , CD - audio , and images . ATM works on star topology model , using a fiber optic cable or twisted pair cable . ATMs are generally used to connect two or more LANs . he is also widely used by Internet Service Providers ( ISPs ) to increase the speed of Internet access for their clients .
The protocol in Use
The cable in use
Transfer Speed
Physical topology
Ethernet
Twisted Pair , Coaxial , Fiber
10 Mbps

Linear Bus , Star , Tree
Fast Ethernet
Twisted Pair , Fiber
100 Mbps
star
LocalTalk
twisted Pair
0:23 Mbps
Linear Bus or Star
Token Ring
twisted Pair
4 Mbps - 16Mbps
Star - Wired Ring
FDDI
Fiber
100 Mbps
dual ring
ATM
Twisted Pair , Fiber
155-2488 Mbps
Linear Bus , Star , Tree
                                                Table 1.2 Conclusions for Protocol

6 The hardware needed
           Hardware needed to build a computer network , namely: Computer , Network Card , Hub , and all things related to network connections such as printers , CD-ROM , Scanner , Bridges , Routers , and other transformations necessary to process the data in the network .


- File Servers . - Repeaters .
- Workstations . - Bridges .
- Routers. - Concentrators / Hubs .
- Network Interface Cards .

7 File Servers
A file server is the heart of plumpness Network , is a very fast computer , have large memory , hard drive has a large capacity , with a fast network card . Network operating system is stored here , also includes a number of applications and data needed for the network .
A file server is in charge of controlling communication and information between nodes / components in a network . For example, managing the delivery of a database or word processing files from one workstation or node , to another node , or receive an email at the same time with other tasks . seen that the task is very complex file server . So that at least a server has beberpa characters as below :
· Processor at least 166 megahertz or faster processor ( Pentium Pro , Pentium II , PowerPC ) .
· A hard drive is a fast and large capacity of 10 GB or less
· A RAID ( Redundant Array of Inexpensive Disks ) .
· A tape for backing up the data ( for example . DAT , JAZ , Zip , or CDRW )
· A lot of network ports
· Network card is fast and Reliability
· Approximately 32 MB of memory
8 Workstations
Overall computer connected to a file server in a network is referred to as a workstation . A workstation has a minimum ; Network card , network applications ( network software ) , cable to connect to a network , usually a workstation that does not require Floppy because the data you want in the store and can be placed on the file server . Almost any computer can be used as a computer workstation .

9 Network Interface Cards ( NICs ) or Network Card
Network Card ( NIC ) is a device that provides the means to connect between computers , most of the network card is inernal card , network card that is installed in the expansion slot inside the computer .
Some computers such as MAC computer , using a special box that is plugged into the serial port of the computer or SCSI port . There is a slot on your notebook computer to a network card commonly called PCMCIA slot .
Multiple network cards in use today are : Ethernet network cards , LocalTalk connectors , and Token Ring network card . That is popularly used today is Ethernet , then followed by Token Ring, and LocalTalk

10 Ethernet Card / Network Card Ethernet
Ethernet cards are usually purchased separately from the computer , except as Macintosh computers already quote ethernet network card in it . Ethernet network cards generally have to provide the connection port for coaxial cable or twisted pair cable , if it is designed for coaxial cable BNC konenektorya is , and if it is designed for twisted pair cable will have RJ-45 connectors . Some ethernet network card sometimes also have an AUI connector . All of it in , connect to a coaxial , twisted pair , or with fiber optic cable.

11 LocalTalk Connectors / Connectors LocalTalk
LocalTalk is a network card for macintosh computers , using a special adapter box and cable attached to the port for the printer . Disadvantages of LocalTalk than Ethernet is a data transfer rate of speed , bi Ethernet computer network is not something new at this time .
Almost every company there is a computer network to facilitate the flow of information within the perudahaan . Internet is gaining popularity today is a giant computer network is a network of computer networks that are connected to each other and interact . This can occur because of the development of network technology very rapidly , so that within a few years the number of users of computer networks that are members of the Internet can ganda.asanya doubled to 10 Mbps , while LocalTalk can only operate at a speed of 230 Kbps or equal to 0:23 Mps
12 Token Ring Cards
Token Ring network cards look almost identical to an Ethernet network card . One difference is the type of connector on the back of the card networks , Token Ring generally has a 9 pin DIN -type connector that connects to the network card Cable Network .

13 Hub / Concentrator
A concentrator / hub is a device that unites network cables from each workstation , server or other device . In a star topology , twisted pair cable coming from a workstation to log into the hub . Hubs have many slots concentrator which can be fitted according to the port number of the card in question.
The characteristics possessed Concentrator is :
· It usually consists of 8 , 12 , or 24- port RJ - 45
· Used in star topology / Star
· Usually sold with special applications ie applications that set the Management port .
· Usually called hubs
· Usually in pairs on a special shelf , in which there is Bridges , routers

14 Repeaters
The easiest example is on a LAN using star topology using unshielded twisted pair cable . Where known maximum length for a twisted pair cable unshileded is 100 meters , then to amplify the signal from the cable dipasanglah a repeater on the network .

15 Bridges / Bridges
Is a device that divides a single network into two networks , is used to obtain an efficient network , which is sometimes very fast growing network bridge so in need for it . Most Bridges can know each address of each computer on the network segment next to it and also on other network beside him anyway . Likened to that Bridges is like a traffic cop at the crossroads governing during rush hour . He manages to keep the information on both sides of the road network remains properly and regularly . Bridges can also be used to connect them between networks that use different cable types or different topologies .



16 Routers
A Router interpret informaari from one network to another , he is similar to Bridge , but rather clever bit , the router will search for the best path to send a message Based on the above address and a destination address of origin .
Routers know the address komputerr , bridges and other routers . router can know the entire network see which side is the most busy and he can pull the data from the busy side to side of the net .
If a company has a LAN and want to connect to the Internet , they have to buy a router . This means that a router can translate information between your LAN and the Internet . This also means finding the best alternative path to transmit the data passing through the Internet . This means the router :
· Set the signal path efficiently
· Set the message between the two protocols
· Organize messages between linear bus network topology and star ( star ) Set the message passing between Fiber optic cables , cable or twisted pair cable koaaksialm .