Loading...

Manisnya Martabak Mini Yulia

Penganan martabak, mungkin sudah tak absurd dilidah masyarakat Indonesia tak terkecuali Karawang. Namun bagaimana jikalau martabak dengan harga murah, terjangkau dengan 30 rasa khas buah-buahan? mungkin masyarakat Karawang perlu cicipi martabak Mini Yulia yang sudah tersebar di 7 Kecamatan Di Karawang.
Hanya dengan Harga mulai Rp 1.500 sampai Rp 3000 - an saja, martabak berdiameter 10 sentimeter akan cukup mengenyangkan perut konsumen dengan variasi rasa yang berbeda-beda sesuai dengan selera. Bahkan, aksesnya pun gampang untuk ditemui menyerupai di salah satu cabangnya di Jalan Syech Quro Rawasikut, Telagasari, Kabupaten Karawang.
Pemilik martabak Mini Yulia, Ai Komara mengatakan, yang menjadi perbedaan martabak yang diracik 15 Karyawanya dan tersebar di sejumlah kecamatan ini adalah, selain murah juga kaya rasa, tergantung selera konsumen. Pasalnya, nyaris semua rasa buah-buahan terselip dicampuran martabak bulat tersebut.
Ai mencontohkan, rasa yang disuguhkanya antara lain durian, sirsak, strawbery, coklat, pisang, nanas sampai kacang dan ketan. Namun untuk selera masyarakat Telagasari, rata-rata banyak didominasi ketan dan cerez. Martabak yang dinamai Mini Yulia ialah ide dari nama Puterinya Yulia.
Ditambahkanya, Komara yang orisinil warga Sumedang ini mengaku, martabaknya cocok dijadikan cemilan ketika hangat, apalgi di ekspresi dominan penghujan undangan cenderung meningkat. Bahkan bukan hanya saja pembelian individu, martabaknya juga bisa menembus perusahaan di Karawang sampai luar kota, pasalnya Tak gampang meracik martabak yang harus sesuiakan rasa elok dan kematanganya sampai karyawan yang juga masih keluarganya dari Sumedang, perlu banyak mencar ilmu semoga martabak yang dimasaknyas sesuai selera konsumen. "Butuh waktu usang memenuhi standar rasa yang diharapkan," katanya kepada RAKA
Lebih lanjut ia menambahkan, ia tak merisaukan keuntungan yang minim dimilikinya dengan mematok harga Rp 2.500 dan miliki keuntungan hanya Rp 500 namun perjuangan keluarga yang menggugah selera masyarakat Karawang semenjak 2010 silam, dengan bermodal awal hanya Rp 450 ribu ini tetap diminati. Pasalnya, selain 30 rasa yang sudah banyak dikenal juga Ukuran martabak yang cukup mengenyangkan perut dengan harga terjangkau.
Bahkan cabang yang sudah tersebar menyerupai di Telagasari, Dawuan Cikampek, Ciampel, klari, Tegalpanjang, Kawali sampai karawang Timur ini, cukup dekat dilidah konsumen, tak heran kedepan ia berencana buka restaurant khusu martabak Mini Yulia ini. "Kalau ada jalan kedepan, kita ingin bangkit restaurant kusus di kota untuk pengembangan usaha," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang Karyawan Martabak Mini Yulia, Dede mengaku, jikalau sudah lancar menciptakan martabak yang berbahan dasar adonan yang dibaluri mentega, ceres dan susu serta rasa buah ini, dirasa tak sulit. Akan tetapi proses sampai dirinya lancar menciptakan racikan yang diajari eksklusif Kang Ai Komara butuh waktu paling cepat 2 Bulanan. "Tak sulit jikalau sudah lancar, ketika awal butuh waktu 3 Bulanan," ucapnya.
Salah seorang Konsumen martabak Yulia, Tosin mengaku kerap membeli martabak mini ini, apalagi harga yang dipatok lebih murah dan rasa tak kalah enak dengan martabak yang mahal. Ia mengaku sering membeli martabak ini nyaris semua rasa pernah dicobanya. Alhasil semua rasa yang diracik secara khusus cukup nikmat apalagi ketika hangat. "Musim hujan lebih nikmat dicicipi masih hangat, manisnya meresap , rasa buahnya menonjol," pungkasnya. (rud)
Sumber http://www.radar-karawang.com

Wisata Karawang: Uji Nyali Dengan Bungee Trampolin

Dari kejauhan tampak seorang anak kecil seolah tengah terbang ke udara, tak usang berselang si anak kembali jatuh hilang dari pandangan. Namun sejurus lalu anak tadi terlihat lagi tengah mengudara. Semakin erat semakin terang si anak terikat pada dua tali pengaman berbahan karet khusus. Di bawahnya terdapat sebuah trampolin, ialah alat bermain berupa rangka besi berbentuk bulat berdiameter kurang lebih tiga meter, yang permukaannya ditutupi karet tebal.
Ternyata si anak tadi tengah mencoba Bungee (baca: banji, red) Trampolin, salah satu wahana bermain gres di Kawasan Wisata Jatiluhur. Bungee Trampolin merupakan permainan trampolin yang dimodifikasi dengan permainan lompatan tinggi. Mencoba permainan ini akan memacu adrenalin dan mencicipi sensasi luar biasa terutama pada ketika melayang di udara dan meluncur kembali ke bumi.
Ya, permainan tersebut, ketika ini sudah sanggup kita temukan di Kawasan Wisata Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Wahana tersebut, tentunya sangat menambah ragam wahana yang ada di Kawasan Wisata Jatiluhur, melengkapi wahana lainnya ibarat bak renang dan waduk yang sudah ada lebih dulu.
Wahana ini, sanggup menjadi ajang uji nyali kita. Karena, ketika kita mencoba wahana ini, kita terasa ibarat dilempar-lempar, dari bawah, terus ke atas, turun lagi, naik lagi begitu seterusnya dengan kecepatan yang cukup kencang. Sehingga, adrenalin semakin terpacu dan kita mencicipi ketegangan yang luar bisa. Saat itu, kita bebas teriak sekencang-kencangnya. Namun meski demikian, kita tidak perlu khawatir dengan keselamatan kita. Karena, dua tali karet yang kokoh, dilekatkan pada badan kita, sehingga ketika kita turun-naik tidak perlu khawatir jatuh.
Setelah simpulan memakai wahana tersebut, ketegangan tersebut tetap masih terasa, tapi setelahnya rasa seru yang di rasa dan ketagihan ingin mencobanya kembali, sebab sehabis menaiki wahana Buggee Trampolin, segala kepenatan pikiran terasa hilang terbawa lepas bersama bunyi yang diteriakan ketika loncat.
Tentunya, dengan adanya wahana Bungee Trampolin ini, anda tidak galau lagi mau liburan kemana. Karena, disekitar kita, ada daerah liburan yang asyik dan juga terjangkau. Anda tidak perlu morogoh kocek dalam-dalam untuk mencoba wahana ini. Dengan harga yang terjangkau, anda sudah sanggup mendapat kepuasaan dan keceriaan.
Untuk hingga ke daerah ini, anda tidak perlu khawatir. Tempatnya gampang di terusan dari kota Purwakarta, dan berada di daerah yang strategis tidak jauh dari waduk Jatiluhur. Selamat berlibur.

Wahana yang Menyenangkan
Kepala Unit Kepariwisataan Kawasan Wisata Jatiluhur, Heri Herawan menyebutkan, Bungee Trampolin merupakan permainan gres yang dikhususkan bagi pengunjung yang tiba ke tempatnya selama isu terkini liburan.
”Permainan ini sedang tren di kota-kota besar, terutama di mall berukuran besar. Permainan yang memacu adrenalin ini memperlihatkan daya tarik tersendiri bagi pengunjung kami,” ujarnya.
Berbeda dengan Bungee Trampolin yang kerap di temui di mall, pengunjung di sini dijamin mencicipi sensasi lebih menarik sebab lokasinya yang berada di alam terbuka. ”Kami jamin adrenalin pengunjung lebih terpacu. Namun jangan khawatir, sebab permainan ini telah memenuhi standar keamanan,” lanjut Heri. Untuk sanggup menikmati sensasi Bungee Trampolin, pengunjung dikenakan biaya Rp 15 ribu untuk sekali bermain dengan durasi kurang lebih 15 menit.
Salah satu pengunjung Wahyu (23) mengaku puas dengan wahana Bungee Trampolin. Dia mencicipi sensasi yang luar biasa ketika mencoba wahana tersebut. "Saya puas dengan wahana ini, gres kali ini saya mencicipi sensasi yang luar biasa. Meski pada awal takut, sehabis dicoba ternya menyenangkan juga," paparnya.
Dilanjutkannya, keberadaan wahana tersebut, menciptakan liburan ke Kawasan Wisata Jatiluhur lebih semarak. Karena, banyak pilihan wahana yang sanggup dinikmati. Apalagi, wahana-wahana tersebut sangat terjangkau. "Tentunya, adanya wahana yang gres ini, liburan ke Jatiluhur jadi banyak pilihan, liburan jadi lebih menyenangkan," pungkasnya. (nos)
Sumber http://www.radar-karawang.com

Wisata Karawang: Asrinya Curug Cijalu

Akhir pekan sudah tiba, waktu yang sempurna untuk berwisata bersama keluarga. Namun, kalau anda masih bingun kemana Minggu ini ada akan berwisata, mungkin tempat ini sanggup menjadi salah satu tumpuan dan sanggup anda kunjungi bersama keluarga. Terutama, bagi anda yang menginginkan tempat wisata yang sejuk dan asri di tengah suasana alam pegunungan yaitu menikmati air terjun.
Salah satu riam di Subang yang sanggup anda kunjungi dan nikmati yakni Curug Cijalu. Nama riam setinggi 70 meter ini berasal dari kata Cai dan Jalu. Konon nama Cijalu berasal dari kedatangan seorang jagoan di tempat tersebut yang dipercaya oleh masyarakat sekitar mempunyai taji/jalu (siih dalam bahasa Sunda).
Anda akan mendapat suasana yang asri dan indah, yang didukung dengan banyak sekali kemudahan yang cukup memadai, salah satunya yakni camping ground.  Dengan suasana alamnya yang masih bersih, rimbunannya pepohonan yang menutupi sebagian daerah curug, serta kicauan burung yang bernyanyi tiada henti, menciptakan kondisi panorama alam di tempat ini benar-benar alami dan menyegarkan.
Curug Cijalu berada di Desa Cipancar, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang. Bagi anda yang akan mengunjungi curug ini dari arah kota Subang, jarak yang mesti anda tempuh kurang lebih 37 kilometer ke arah selatan. Jika dari arah Bandung, kurang lebih 62 kilometer ke arah utara dan kalau dari arah Jakarta, kurang lebih 157 kilometer ke arah selatan via Subang.
Jika dari arah Wanayasa (di jalan raya yang menghubungkan Subang dan Purwakarta) sekitar 5 km sesudah pasar Wanayasa, tepatnya di pangkalan ojek Kampung Legok Barong, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes ambil belokan kanan memasuki jalan desa ke arah Desa Cipancar. Jarak Curug Cijalu ini dari pangkalan ojek tersebut sekitar 4 km.  Jalan masuk ke curug ini sudah ditandai plang dan petunjuk arah yang jelas.
Selain Curug Cijalu di tempat ini terdapat juga curug lain yang lebih tinggi (sekitar 90 meter). Curug tersebut berjulukan Curug Cilemper. Jarak Curug Cijalu ke Curug
Cilemper sekitar 300 meter. Selain lebih tinggi dan lebih deras debitnya, Curug Cilemper ini dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi dan lebatnya pepohonan dan tumbuhan paku-pakuan. Didasar curug ini terdapat bak besar dengan air yang sangat hambar mengalir diantara bebatuan besar, dari bak tadi mengalir sungai kecil beraliran cukup deras menuju bawah tanah.
Keindahan Curug Cijalu ini, tentu sangat sayang untuk dilewatkan. Bagi anda yang penasaran, tentu tidak ada salahnya untuk mencoba berkunjung ke tempat ini untuk menghilangkan kepenatan sesudah beraktifitas selama satu Minggu penuh. Yang pasti, untuk mengunjungi curug ini, fisik harus dipersiapkan, biar anda lebih riang menikmati pemandangan yang ada di curug ini.

Tempat yang Nyaman Untuk Dikunjungi
Suasana yang asri dan sejuk serta disuguhi pemandangan alam pegunungan yang hijau, menjadi daya tarik tersendiri bagi Curug Cijalu. Sehingga, pengunjung merasa puas dikala berkunjung ke tempat ini.
"Saya puas main ke sini, alamnya indah, sejuk terus airnya juga cukup bersih. Pokoknya tidak menyesal liburan kesini. Kayaknya, tempat ini akan selalu saya datangi untuk berwisata, soalnya puas dengan pemandangan yang ada disini," kata Wawan (21) salah satu pengunjung Curug Cijalu.
Diteruskannya, jalan masuk menuju Curug Cijalu juga dinilainya tidak terlalu sulit. Bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat. Hal tersebut, memudahkannya untuk hingga ke Curug Cijalu. "Jalannya juga cukup bagus, gampang dilewati dan medannya tidak ekstrim. Bahkan, sanggup diakses memakai kendaraan eksklusif hingga ke gerbang pintu masuk. Ini menciptakan saya lebih gampang untuk cepat hingga ke curug," ungkapnya.
Selain itu, tambah Wawan, kemudahan yang disediakan tempat wisata tersebut juga dinilainya cukup bagus. Terdapat tempat camping, dan juga ada warung yang memudahkan pengunjung untuk membeli kebutuhan makanan. "Warung-warung juga ada disini, jadi kalau lapar tinggal beli makanan. Fasilitas segini mah cukup bagus, sanggup membantu wisatawan untuk membeli kebutuhannya," ucapnya.
Pengunjung lainnya, Nurdin (25) mengungkapkan, beliau sudah beberapa kali berkunjung ke Curug Cijalu. Menurutnya, Curug Cijalu merupakan salah satu tempat yang sering dikunjunginya. Keindahan alam serta suasana curug yang sejuk dan asri, membuatnya selalu ingin tiba ke curug tersebut. "Saya sudah beberapa kali tiba ke sini. Rasanya tidak bosan-bosan, ingin terus tiba ke sini. Terutama alasannya yakni suasananya yang nyaman, asri dan sejuk, menciptakan pikiran tenang," pungkasnya. (rk)
Sumber http://www.radar-karawang.com

Gurihnya Sate Kuwuk Khas Cilamaya Kulon

Sate kuwu, mungkin masih abnormal ditelinga masyarakat Karawang, makanan Khas wilayah pesisir ini, nampaknya akan kian menjadi prospek manis kedepan. Pasalnya, sate yang rendah kolesterol tersebut sekarang sanggup ditemui di Dusun Pasirputih, Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang yang santer dengan komoditas rajungan berskala ekspor.
Nama Kuwuk sendiri, merupakan bahasa Jawa yang artinya Keong laut. Sate Kuwuk hanya sanggup ditemui di Pasirputih dan satu-satunya di Karawang. Harga yang masih terjangkau yaitu Rp 1000 per tusuk, sanggup dijadikan cemilan maupun sobat nasi menikmati santap siang bagi anda yang kerap berkunjung ke wilayah pesisir Karawang tersebut. Bahkan, sate Kuwuk dan Cumi tersebut sudah masuk binaan KPMD dan Unit pelaksana acara (UPK) Singaperbangsa Cilamaya Kulon sebagai makanan Khas Pasir Putih. Tak heran, sate yang diracik dengan bumbu yang biasa akan terasa segar dilidah, pasalnya selain rendah kolestrol, ketika dibakar juga aroma khas sea food yang dipadu dengan Kecap manis yang meresap pada irisan daging Cumi dan Kuwuk, kian menambah gurihnya sate tersebut.
Mewakili pedagang sate kuwuk milik bapak Mahmud dan Ibu wasti’ah, Koyah mengatakan, sate Kuwuk diracik sebagaimana lumrahnya sate lainnya. Hanya saja, kesejukan aroma Cumi dan Kuwuknya menjadi ciri khas tersendiri. Pasalnya, bumbu yang hanya memadukan kacang, kecap dan asinan sudah lumrah, akan tetapi keunggulanya yaitu dari kegurihan segarnya daging cumi dan Kuwuk tersebut. Bahkan, saking begitu banyak diminati masyarakat, kerapkali kehabisan karena persediaan daging terbatas.
Ditambahkanya, sate Kuwuk sudah dijamin sisi kesehatanya, selain rendah kolestrol juga mengandung zat besi yang baik dan kondusif untuk dikonsumsi. Karenanya, hanya dengan harga terjangkau konsumen sanggup pribadi kunjungi lapaknya pinggiran jalan. ”Bumbu racikan biasa saja, cukup kacang, kecap dan asinan biasa, akan tetapi unggul pada aroma khas kuwuknya itu sendiri,” katanya.
Sementara itu, konsumen yang juga Ketua UPK PNPM Cilamaya Kulon Rohman SHi mengatakan, sate Kuwuk ketika dibakar tak banyak keluarkan minyak, akan tetapi kecap yang meresap kedalam daging yang diiris bercampur dengan aroma Kuwuk, menambah kelezatan sate kuwuk yang sulit ditemui di kecamatan lainya. Karenanya sate Kuwuk yang masuk binaan Kelompok Az-zahra Pasir Putih ini, sempat dipamerkan pihaknya di Karawang ketika HUT Karawang. Alhasil, dengan harga yang dijual Rp 2000 dengan menyuplai 500 tusuk habis tak tersisa. Ditambahkanya, dimungkinkan sate kuwuk maupun cumi Pasirputih, selain langka juga cukup sulit persediaan materi baku, alasannya yaitu skupnya hanya musiman. Namun demikian, ia yakin bahwa sate kuwuk kedepan akan erat dilidah masyarakat Karawang meskipun olahan bumbu standard dengan kecap, kacang, cabe dan taburan bawang goreng namun sanggup memperlihatkan keamanan kesehatan.
Bahkan Lokasinya pun tak sulit untuk ditemui yakni dipersimpangan Pasirputih, kalau membeli diwilayah kota ketika pameran namun Konsumen sanggup dengan merogoh Rp 1000 sanggup mampu satu tusuk dilokasi langsung. Ia berharap, pemasaran sate ini sanggup lebih luas karena gres diwilayah lingkungan Cilamaya Kulon, karena ia yakin kedepan kalau digarap serius prospek dari sate kuwuk masuk restauran harganya sanggup lebih melambung. ”Yang paling dirasa itu kecam dan kesejukan aromanya cukup gurih dilidah,” pungkasnya. (rud)
Sumber http://www.radar-karawang.com

Wisata Karawang: Indahnya Curug Cipurut Wanayasa

Curug Cipurut bukan wisata alam buatan, namun ikon wisata curug terjun ini, terbentuk dengan cara alami dengan air pegunungan yang segar dan bersih. Cagar Alam Gunung Burangrang ini terletak di dua desa, Desa Sumurugul dan Desa Wanayasa Kecamatan Wanayasa, karena kondisi curug secara umum dibagi kedalam tiga bab ialah curug utama yang terdapat di ujung tebing dengan tinggi sekitar 25 meter, serta dua curug lainnya yang lebih landai yang biasanya dipakai oleh pengunjung sebagai tempat seluncur.
Jangan ditanya, dinginya air yang turun di curug ini, rasanya akan menciptakan kulit anda ibarat es, karena temperatur udaranya yang dibawah 15 derajat celsius. Jangan kawatir, mandi ataupun bermain di bawah penderasan ini, alasannya air segar dan hirau taacuh ini berasal dari sumber air gunung alami. Lokasi ini dijamin sangat cocok untuk menghilangkan kepenatan dalam bekerja di hiruk pikuk pekerjaan di kota.
Lokasi Curug Cipurut pun sangat cocok untuk lokasi camping anak muda, wisata petualangan, 'tea walk' serta wisata air tentunya (seluncuran), jadi apabila anda punya jiwa petualangan serta cinta akan alam lingkungan tidak ada salahnya anda berkunjung ke Curug Cipurut ini.
Nah, kedua tempat wisata alam menarik di Purwakarta ini, bagi para pengunjung yang bukan warga Purwakarta, jangan dulu galau alasannya tidak lah sulit untuk menjangkaunya. Apabila anda memakai jalan  Tol Cipularang, anda sanggup keluar di pintu Tol Sadang maupun Jatiluhur atau Ciganea. Setelah masuk kota Purwakarta, anda mengambil timur arah ke Wanayasa, jalur Purwakarta–Wanayasa tentunya. Seperti yang sudah di sebutkan tadi jaraknya kurang lebih 23 kilometer dari sentra kota Purwakarta.
Namun, dikala anda menempuh perjalan menuju ke dua lokasi ini, perlu eksra hati-hati. Meskipun kondisi jalan relatif bagus, akan tetapi agak sempit, juga abjad tempat pegunungan, anda akan sedikit diberi sedikit sensasi sedikit ekrtrim dengan kondisi ruas jalan yang menajak dan berbelok-belok. Eittth.. jangan dulu putus asa, di tengah perjalanan para pengunjung akan sedikit dimanjakan dengan susana pemandangan hutan yang masih asri, sejuk dan juga akan melihat hamparan kota Purwakata dan Karawang dari ketinggian diatas bukit menuju tempat wisata ini. Tak selang satu jam dalam perjalanan kendaraan beroda empat anda maka akan hingga ke lokasi wisata alam Situ Wanayasa.
Akan tetapi untuk ke lokasi ke Curug Cipurut, diharapkan perjalan 3 kilometer lagi perjalan, dari Wanayasa anda mengambil arah ke Kecamatan Bojong, sekitar 300–500 meter anda akan datang di pertigaan yang menuju ke arah desa Sumurugul, ambil ke kiri dan masuk ke jalan Desa Sumurugul tersebut. Kondisi jalan ini setengahnya beraspal dan setengahnya lagi jalan berbatu, sehingga disarankan jika memakai kendaran eksklusif jangan memakai kendaran homogen sedan.
Dari pertigaan jalan utama tersebut hingga ke ujung jalan terdekat dengan Curug Cipurut ialah sekitar 1,5 Km, diujung jalan desa wanayasa terdapat dua lokasi parkir. baik parkir khusus maupun parkir yang disediakan warga setempat. Dari batas selesai kendaraan, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalan setapak kebun teh dengan jarak tempuh sekitar 500 meter atau sekitar 15 menit perjalanan orang dewasa. lalau akan Sampailah di pintu gerbang Curug Cipurut, tak harus mengkocek karcis besar-besar untuk menikmati wisata alam penderasan ini cukup mengeluarkan karcis masuk Rp. 5.000,- perorang saja. (din)

Sumber http://www.radar-karawang.com

Lezatnya Mie Ayam Kuburan

Mungkin nama mie ayam kuburan dirasakan gila atau bahkan dianggap mistis karena berawal dari namanya sendiri berbau aroma angker. Namun, nama mie ayam kuburan faktanya sudah santer di pendengaran masyarakat Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang dan sekitarnya.
Nama kuburan sendiri disebut warga karena pedagang mie ayam selama puluhan tahun jajakan daganganya ditikungan pinggiran area pemakaman umum Desa Bayurkidul. Mie ayam yang sudah lumrah rasanya, namun mie ayam racikan Juamin warga Dusun Krajan RT 03, Desa Bayurkidul ini, mempunyai aroma khas dan cukup mengenyangkan perut pelangganya, bahkan harga yang dipatok sangat fantastis murahnya ketimbang mie ayam yang umum lainya yaitu hanya dengan merogok kocek Rp 3.500 pelenggan sudah dapati satu mangkok.
Tak ayal, alasannya ialah rasa dan harganya yang murah, masyarakat yang berasal di sekitar Desa Kiara, Cikalong , Bayurlor sampai Krasak, memburu mie ayam tersebut, bahkan dari mangkal ditempat yang strategis tersebut pulalah banyak pengendara yang berhenti menikmati mie ayam kuburan yang mulai dirintisnya semenjak tahun 2003.
Pemilik Mie ayam Kuburan Juamin mengaku, gres menaikan harga mIe ayam baru-baru ini dari yang sebelumnya hanya Rp 3000. Meski berbeda harga ketimbang mie ayam lainya yang rata-rata jauh lebih mahal, namun bukan berarti ia tidak memperhatikan selera pelanggan. Ia mengaku berguru meracik bumbu dari temanya, hanya dengan menambahkan aroma goreng bawang kering dan sayur daging ayam yang khusus dengan protein pelanggan akan rasakan aroma mie ayam tersebut lebih gurih, bahkan iapun mernambahkan abon kelapa untuk menambah rasa kelezatan mie ayam kuburanya yang sampai sekarang sudah dekat dilidah masyarakat Bayurkidul dan sekitarnya. "Dengan racikan sayur ayam berprotein dicampur abon kelapa dan aroma bawang, menambah rasa gurih ketimbang mie ayam lainya," ungkapnya kepada RAKA.
Lebih lanjut ayah dua anak ini menambahkan, hanya dengan bermodalkan Rp 160 ribu semenjak awal merintis, sekarang dalam setiap harinya ia mangkal dipinggiran kuburan berhasil raup keuntungan ratusan ribu perharinya, hanya dengan waktu dari jam 09.30 sampai pukul 16.00 sore. Ditambahkannya, nama kuburan sendiri kerap dilontarkan masyarakat karena diakuinya ia menentukan mangkal dipinggiran kuburan tikungan karena dalam membuka perjuangan ia lebih perhatikan peluang yang ada.
Juamin yang juga dagang kramik kuburan ini mengungkapkan, banyak pelanggan yang ketagihan sampai nambah dua mangkok karena menikmati kelezatan yang bumbunya di takar dengan baik tersebut, sehingga nama kuburan justru membawa berkah sendiri bagi mie ayam yang dimilikinya tersebut. "Nama kuburan membawa berkah tersendiri yang menamainya juga masyarakat,"ucapnya.
Salah seorang penikmat mie ayam kuburan Kiki mengungkapkan, selain mie ayam kuburan ini gurih, namun harganya cukup murah ketimbang yang lainya. Ia juga tak mengerti mengapa ditengah mahalnya harga-harga mie ayam lainnya, justru mie ayam kuburan jauh lebih murah, akan tetapi labanya tiap hari cukup potensial. "Saya sering mampir ke lapak mie ayam ini, karena lebih menentukan ekonomis uang dan rasa yang tak kalah gurihnya," ujarnya. (rud)
Sumber http://www.radar-karawang.com