Loading...

Jatuh Berdiri Kelola 5 Cabang

Berawal dari ketertarikannya melihat pedagang bubur ayam di Bandung, Nana Suryana (41) yang dikala itu berjualan tahu sumedang, merasa kalau perjuangan yang digelutinya akan semakin lengkap kalau dipadu padankan dengan makanan bertekstur lembut dan sedikit lembap itu.
Tepatnya tahun 2005, Nana memantapkan kakinya berjualan bubur ayam. Berbekal resep yang dibelinya dari seorang pedagang bubur tersohor di Kota Kembang, alhasil warga Sumedang itu menjajakan dagangannya memakai roda di depan Klinik Graha Medika, Jalan Ahmad Yani Cikampek. Tiga bulan berselang, usahanya mulai cerah. Dari gerobak, mulai membangun kedai tidak jauh dari klinik tersebut. Jaraknya hanya sepelemparan batu. "Dari satu tempat, alhasil perlahan aku buka cabang hingga lima titik," ungkapnya kepada Radar Karawang.
Dalam sehari, bubur yang dijual Nana menghabiskan 8 kilogram beras dan 100 butir telur per hari. Jika tamat pekan. Jangan ditanya. Jumlahnya dapat berlipat-lipat. "Alhamdulillah kalau Sabtu-Minggu, ramai banget," ujarnya.
Ia melanjutkan, mengelola lima cabang bubur ayam cukup menguras tenaga. Persoalan yang dihadapinya hanya biaya operasional yang kadung tinggi. Tapi itu tidak membuatnya menyerah, beliau tetap optimis perjuangan yang digelutinya dapat berbuah manis. Wajar, alasannya ialah hingga dikala ini pelanggannya dapat mencapai ratusan orang. Mulai dari yang berjalan kaki, naik sepeda, motor hingga kendaraan beroda empat mewah. "Buka mulai pukul 06.00 hingga pukul 21.00 WIB," ujarnya.
Rata-rata kata Nana, pelanggannya membeli bubur ayam spesial. Isinya ada bubur, ati ampela, telur, dan daging ayam suwir. Dia juga menyediakan tahu sumedang, teh hangat hingga minuman dingin. "Alhamdulillah, omzet sehari Rp 4 juta," ucapnya.
Seorang pelanggan, Apris (31) warga Dawuan Tengah mengatakan, bubur ayam Mang Nana merupakan favorit keluarganya. Selain lezat alasannya ialah teksturnya yang lembut, juga alasannya ialah buburnya komplit. "Harganya juga masuk. Ini aku beli buat istri sama anak saya," ucapnya. (mg2)
Sumber http://www.radar-karawang.com

Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami melalui contact menu.

Previous
Next Post »