Loading...

Bikin Sim Rp 600 Ribu

Untuk Sertifikat Mengemudi

PURWAKARTA,RAKA- Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI) Purwakarta pertanyakan regulasi pembuatan surat izin mengemudi (SIM) yang diduga terlalu memberatkan masyarakat khususnya terkait biaya pembuatannya.
Sekretaris Bidang Peguruan Tinggi dan Kepemudaan HMI Purwakarta Muhamad Ilham Maulana mengatakan, banyak warga yang mengeluh terkait mahalnya pembuatan SIM. "Banyak warga yang curhat terkait mahalnya menciptakan SIM hari ini gara-gara harus ada akta sekolah mengemudi, jikalau mau bikin SIM. Kurang lebih Rp 500 ribu untuk SIM roda dua dan Rp 600 untuk SIM roda empat," ungkap Ilham, kepada Radar Karawang, Jumat (15/12).
Dirinya juga mengatakan, pembuatan akta diarahkan ke pihak ketiga adalah sekolah mengemudi yang dinaungi oleh PT Sinar Pajajaran. "Masyarakat jangan mau dibodohi dan harus kritis, kok bisa-bisanya menciptakan SIM semahal itu. Bisa jadi dengan mahalnya pembuatan SIM masyarakat lebih menentukan tak mau menciptakan SIM daripada harus membayar mahal," Ujar perjaka yang juga menjabat sebagai kordinator Forum Gerakan Mahasiswa Purwakarta (Forkastra).
Diteruskannya, sesuai dengan hasil rapat koordinasi bidang sekolah tinggi tinggi dan kepemudaan, HMI Purwakarta akan mengadakan audiensi terkait permasalahan tersebut kepada Polres Purwakarta. "Kami mengajak seluruh elemen mahasiswa di Purwakarta, untuk turut serta menjernihkan problem yang sedang ramai diperbincangkan terkait pembuatan SIM ini, sehingga ada solusi dan masyarakat tidak ribut lagi," paparnya.
Sementara itu, Iptu Asep Iman Hermawan Kanit Regiden (Registrasi dan identifikasi) Polres Purwakarta mengatakan, proses pembuatan SIM sesuai dengan Peraturan Kapolri tahun 2012 dan Undang-undang kemudian lintas Nomor 22 tahun 2009. "Disitu dijelaskan dalam pasal 77 ayat 1 2 dan 3. Tapi yang masuk soal akta itu ayat 3. SIM A SIM B tidak diarahkan hanya yang diwajibkan ada akta itu untuk kendaraan umum ibarat SIM untuk mengemudi angkot, ataupun bus," terangnya.
Dia juga menjelaskan, menciptakan SIM dapat menggunakan akta juga dapat berlatih sendiri. "Bisa akta dapat juga berlatih sendiri, untuk ada akta itupun dari pengelola jasa pengemudi yang legal," papar Asep.
Lebih lanjut Asep mengatakan, sesuai dengan hukum yang berlaku, tidak diwajibkan bagi yang mau menciptakan SIM pakai sertifikat. "Kami juga tidak mewajibkan adanya sertifikat, sesuai UU tadi. Pasal 77 ayat 4 menyebutkan, untuk mendapat surat izin mengemudi kendaraan bermotor umum, calon pengemudi wajib mengikuti pendidikan dan training pengemudi angkutan umum. Kaprikornus tidak semua diwajibkan," pungkasnya. (cr2)
Sumber http://www.radar-karawang.com/

Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami melalui contact menu.

Previous
Next Post »