Loading...

Damai Di Lapangan, Ricuh Di Tanjungmekar

PERAYAAN ulang tahun Persika Karawang ke-66 di Stadion Singaperbangsa, Kamis (14/12) siang, berlangsung meriah.
Acara diawali pelepasan balon dan potong tumpeng oleh Bupati Cellica Nurrachadiana, Wakil Bupati Ahmad Zamakhsyari yang juga menjabat Ketua Umum Persika, bersama mantan instruktur Borneo FC Ricky Nelson, dilanjutkan naik kendaraan beroda empat jeep keliling stadion. Puncaknya, pertandingan Persika Karawang melawan Persib legend. Bahkan ribuan penonton yang tidak tertampung meluber ke pinggir lapangan.
Babak pertama, jual beli serangan terjadi. Persika maupun Persib legend sama-sama bermain ngotot. Serangan Persib yang dimotori oleh Zaenal Arif tidak bisa menembus pertahanan Laskar Jawara yang dikala pertandingan tersebut diarsiteki oleh Ricky Nelson. Sebaliknya, pasukan Karawang berhasil unggul lebih dulu lewat sepakan Denna Nugraha. Namun, keunggulan Persika tidak bertahan lama. Persib legend berhasil menyamakan kedudukan yang berujung penghentian pertandingan oleh wasit, sebab para bobotoh tumpah ruah ke lapangan merayakan gol tersebut. Hingga turun minum, skor 1-1.
Babak kedua, pertandingan semakin seru. Persika yang didukung oleh belasan ribu penonton berhasil menambah dua gol. Hingga pertandingan usai, skor 3-1 untuk keunggulan Persika. Kemenangan ini sekaligus menjadi kado ulang tahun Persika yang dipersembahkan oleh Ade Ivan Cs untuk warga Kabupaten Karawang.
Damainya rangkaian program sampai pertandingan ini, mendapat apresiasi administrasi Persika. Manajer Persika Rahmat Gunadi mengatakan, pengamanan yang dilakukan Polres Karawang dinilainya maksimal. Karena meski penonton tumpah ruah sampai mendekati bibir lapangan, namun pelaksanaan program sampai pertandingan berakhir berlangsung aman dan kondusif.
Meski begitu, kemeriahan ulang tahun ini tercoreng dengan ulah sekelompok orang di Kelurahan Tanjungmekar, Kecamatan Karawang Barat. Sejumlah suporter beratribut Persib tiba-tiba dihadang oleh sekelompok orang yang mengenakan kaos Persika. Bendera bercirikan Maung Bandung yang dibawa direbut oleh para penghadang. Kericuhan pun terjadi. Saat para bobotoh hendak mengambil bendera tersebut, tiba-tiba belasan orang berpakaian preman dari arah lain melaksanakan pengejaran dan pelemparan batu. Merasa kalah jumlah, kesudahannya para pendukung Persib tersebut melarikan diri ke arah Rengasdengklok. "Pada lempar kerikil tadi," ungkap seorang pengendara motor yang eksklusif memacu motornya. (acu/rok)
Sumber http://www.radar-karawang.com/

Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami melalui contact menu.

Previous
Next Post »