Loading...

Dinkes Belum Nyatakan Klb Difteri

Puskesmas Kerahkan Kader Kesehatan 

PANGKALAN, RAKA - Meski Dinas Kesehatan (Dinkes) belum menyatakan Keadaan Luar Biasa (KLB) terhadap penyebaran penyakit difteri, namun hampir secara menyeluruh puskesmas-puskesmas di tiap kecamatan gencar melaksanakan pencegahan, tanpa terkecuali Puskesmas Pangkalan. Puskesmas itu menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) yakni imunisasi masal. Sebelumnya RSUD Karawang sudah menyatakan KLB Difteri.
Kepala UPTD Puskesmas Pangkalan Hj. Wiwin menjelaskan imunisasi difteri akan dilakukan secara massal. Kegiatan ini dilakukan untuk memutus mata rantai penularan virus Difteri pada anak usia 1 hingga dengan 18 tahun, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya. "Imunisasi difteri tidak melihat apakah si anak sudah pernah melaksanakan imunisasi sebelumnya atau belum. Jadi, bawah umur wajib melaksanakan imunisasi difteri," ucap Wiwin kepada Radar Karawang, Kamis (14/12).
Ia menambahkan hingga ketika ini pihaknya terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi difteri terhadap anak. "Difteri itu gampang menular dan sangat membahayakan jiwa manusia, makanya kami terus berusaha menyadarkan masyarakat akan pentingnya imunisasi ini terhadap bawah umur mereka," ucapnya.
Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegash penularan virus difteri dapat dilakukan dengan menawarkan kekebalan pada bawah umur lewat imunisasi Difteri Pertusis Tetanus
(DPT) untuk anak bayi. Imunisasi diberikan sebanyak 3 kali yakni pada ketika usia 2, 3 dan 4 bulan. Imunisasi DT untuk anak usia sekolah dasar (usia kurang dari 7 tahun) dan diberikan satu kali, sedang Imunisasi dengan vaksin DT remaja untuk usia 7 tahun ke atas.
Selain itu, menghindari kontak dengan penderita pribadi difteri dan menjaga kebersihan diri juga upaya mencega penyebaran penyakit tersebut. Disamping menjaga stamina badan dengan makan masakan yang bergizi dan berolahraga, juga basuh tangan sebelum makan dan melaksanakan investigasi kesehatan secara teratur. Bila memiliki keluhan sakit ketika menelan segera memeriksakan ke unit pelayanan kesehatan terdekat.
Kegiatan puskesmas terkait penanggulangan difteri melaksanakan ORI dengan target anak 1 tahun hingga usia 19 tahun serta mengadakan rapat koordinasi bersama Muspika terkiat. Pemberitahuan pribadi kepada penderita biar selalu memakai alat proteksi diri menyerupai gunakan masker, basuh tangan memakai sabun atau gunakan detergen tangan.
"Berdasarkan hasil laboratorium RSUD Karawang seorang warga kecamatan Pangkalan positif menderita difteri, yakni warga Kampung Citaman RT 01/01, Desa Tamansari. Nama nya Rizal Fadilah, usia 13 Tahun. Kami menanggapi serius ini, makanya gencar melaksanakan upaya pencegahan ketika ini, biar penyakitnya tidak meluas," ucap Wiwin.
Untuk itu, lanjut Wiwin, Puskesmas melalukan pantauan dengan mengerahkan petugas tim desa melalui PSM selain melaksanakan monitoring dan penilaian (Monev). "Kami pribadi mengupayakan pencegahan dengan terus melaksanakan sosialisasi dan sumbangan imunisasi difteri," pungkasnya. (yfn)
Sumber http://www.radar-karawang.com/

Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami melalui contact menu.

Previous
Next Post »