Loading...

Hendaklah Tenang Sejahtera Kristus Menguasai Hati Kita Part 1

Hendaklah tenang sejahtera Kristus menguasai hati kita Landasan firman Tuhan untuk tema tersebut diambil dari surat rasul Paulus kepada jemaat Tuhan yang ada di kota Kolose, yaitu Kolose 3:5-17. Dalam Kolose 3:15, rasul Paulus dalam pimpinan Roh Kudus terkait dengan tenang sejahtera, menulis demikian: "Hendaklah tenang sejahtera Kristus memerintah dalam hatim, sebab untuk itulah kau telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah".

Selama insan masih tetap tinggal dalam dunia ini insan tidak akan pernah lepas dari ketakutan. Apapun tingkat golongannya, kaya-miskin, tua-muda, besar-kecil pastilah semuanya akan tetap mencicipi namanya ketakutan.

Kita merasa takut saat kita diperhadapkan dengan sesuatu yang mengerikan atau hal-hal yang menakutkan. Ketakutan itu normal tetapi tinggal dalam ketakutan itu tidak normal. Dalam Alkitab Lukas diceritakan ada gembala-gembala yang tinggal dipadang menjaga ternak pada waktu malam dan tiba-tiba malaikat Tuhan berada didekat mereka dan mereka sangat ketakutan.

Gembala-gembala yakni citra Umat insan .
Waktu malam yakni citra dari kegelapan (dunia yang penuh kegelapan).
Ketika kita hidup di dalam kegelapan, maka hidup kita akan dipenuhi dengan aneka macam ketakutan, sehingga hidup kita tidak sanggup membedakan warna-warni kehidupan.


Tetapi syukur kepada Tuhan “Karena begitu besar kasih Tuhan akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, biar setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang baka (Yohanes 3:16).

Ada beberapa hal yang menciptakan insan hidup dalam ketakutan, yaitu:

Baca juga:

Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Menguasai Hati Kita Part 2
Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Menguasai Hati Kita Part 3

Pikiran kita sendiri.
Pikiran yakni medan pertempuran. Ayub berkata: Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku. Aku tidak menerima ketenangan dan ketentraman; saya tidak menerima istirahat, tetapi kegekisahan yang timbul.” (Ayub 3:25-26). Orang yang hidup dalam ketakutan akan mengalami makan tak lezat dan tidurpun tak nyenyak, oleh sebeb itu saudara jangan hingga pikiran kita menguasai hati kita sehingga kita menjadi buta secara rohani dan tidak sanggup melihat karya Tuhan. Marilah kita selalu menaruh pikiran dan perasaan ibarat Kristus Yesus (berpikir positif) maka ketakutan akan pergi.

Selalu mendengar apa kata orang daripada apa kata Tuhan - 1 Sam 15:1-35.
Saul sebagai seorang raja beliau merasa takut kalau-kalau apa yang diingankan rakyatnya. Sehingga yang seharusnya beliau menuruti perintah Tuhan dangan harus membunuh bangsa Amalek, malahan beliau tidak mau membunuh raja dan ternak-ternak yang baik dari jarahan tersebut dengan alasan akan mempersembahkan korban bagi Tuhan, sehingga beliau diturunkan menjadi raja.

Seandainya kita mau untuk tetap mandengarkan rencana dan bunyi Tuhan kita tidak perlu takut kepada siapapun sebab ibarat raja Daud katakan: "Bahwa serta dengan Tuhan kita lakukan perkara-perkara yang besar dan gagah perkasa (Mazmur 60:14).

Selalu mengandalkan insan daripada Tuhan - Yeremia 17:5.

Beginilah firman Tuhan: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan! Ketika kita mengandalkan kekuatan kita maka kita akan hidup dalam kutuk dan hidup kita akan mengalami banyak ketakutan sebab kekuatan kita terbatas tetapi kekuatan Tuhan tidak terbatas.

Andalkan Tuhan disetiap langkah hidup kita maka berkat Tuhan akan melimpah dan ketakutan akan sirna, jika Tuhan dipihak kita siapakah yang sanggup melawan kita. Roh yang ada didalam kita lebih besar dari semua roh-roh yang ada di dunia ini (termasuk roh ketakutan).

Selalu mengingat masa kemudian - Zakaria 8:13
.
Kegagalan masa kemudian sering kali menciptakan kita ketakutan sendiri, kita takut orang tahu masa kemudian kita yang suram atau kita takut orang tidak mau bergaul dengan kita jika orang tahu masa kemudian kita. Dalam Zakaria 8:13 dikatakan jika dahulu kita tidak menjadi berkat kini kita akan menjadi berkat sebab Tuhan akan memulihkan kita. Persoalannya asal kita tidak mengingat-ingat masa kemudian kita dan kita tetap mengarahkan pandangan rohani kita kedepan.


Tuhan mempunyai rencana yang indah dalam tiap-tiap eksklusif asal kita menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada beliau dan berlindung padanya dan melaksanakan perintahnya dengan setia. Contoh orang yang menengok kebelakang isteri Lot akhirny a beliau menjadi tiang garam. 

Sumber https://kumpulankhotbahalkitabiah.blogspot.com/

Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami melalui contact menu.

Previous
Next Post »