Loading...

Janji Politik Itu Penting, Pembuktiannya Lebih Penting

PURWAKARTA,RAKA - Pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) termasuk pemilihan gubernur (Pilgub) dan pemilihan bupati (Pilbup), tidak lepas dari bumbu janji-janji politik. Hal ini merupakan sebuah realita yang tidak sanggup dipungkiri cukup besar pengaruhnya.
"Politik dan janji, dua hal yang berkaitan dekat sebab jawaban pemahaman orang atas relasi keduanya, ternyata sangat tergantung pada situasi dan kepentingan politis. Hal ini menjadi nyata, secara khusus saat kita sedang berhadapan dengan momentum pemilu, entah pemilihan legislatif ataupun eksekutif," kata konsultan politik dan aturan di Purwakarta, Gegen Diosya, SH, MH, belum usang ini.
Menurutnya, banyak paket calon pemimpin direktur yang menjual komitmen di mana-mana pada banyak sekali kesempatan, bahkan para caleg yang namanya hanya terdaftar pada daftar calon sementara pun sudah keluar masuk kampung untuk memperkenalkan diri sambil menebar janji. "Janji-janji yang ditebar politisi sanggup bermacam-macam, mulai dari komitmen akan membangun jalan hingga mempermudah lapangan pekerjaan dan komitmen lain yang menggiurkan konstituen," tutur laki-laki yang juga menjabat sebagai Sekretaris di Pengadilan Negeri Purwakarta ini.
Jika diperhatikan, lanjut Gegen, apa yang dikatakan para politisi, gotong royong pernyataan tersebut ialah serangkaian janji. "Sekalipun masyarakat tidak sedikit yang sudah tidak percaya sebab komitmen politik identik dengan kebohongan. Di dunia politik pada hakikatnya politik tanpa komitmen ialah politik yang buruk, politik tanpa komitmen ialah terperosok menjadi sebuah pragmatisme yang tidak mempunyai pandangan jauh kedepan dan hanya berkutat dengan apa yang ada dihadapan hidung," bebernya.
Bukan hanya itu, politik tanpa komitmen tidak patut disebut sebagai politik, kenapa demikian? "Pertama seorang politisi tanpa komitmen tidak akan ada visi, tanpa visi orang tidak akan mempunyai arah yang terang untuk melangkah. Visi ialah komitmen yang disampaikan seorang calon pemimpin kepada masyarakat berkaitan dengan kondisi ideal dalam momen untuk menjadi pemimpin melalui prosedur pemilihan umum. Politik diperlukan bagi yang menghendaki perubahan, dan perubahan tanpa visi dan komitmen ialah sebuah perjalanan dalam kebutaan dan kekelaman," ujarnya.
Kemudian, yang kedua tanpa menciptakan janji, seorang pemimpin tidak akan sanggup dinilai, sebab sebuah evaluasi memerlukan tumpuan dan tumpuan tersebut ialah sebuah komitmen seorang calon pemimpin yang ditebar ke masyarakat. Memperhatikan pertimbangan tersebut, maka komitmen politik ialah hal yang pasti dalam sebuah demokrasi, malah sanggup dikatakan seorang pemimpin tanpa komitmen sama buruknya dengan seorang pemimpin yang kemudian mengingkari janjinya. "Politik memang tidak pernah bebas dari janji, dan para politisi selalu menciptakan janji, diakui atau tidak akan menjadi tanggung jawab bersama untuk menilai komitmen politik tersebut. Mari kita nilai komitmen politik dan kepribadian para calon pemimpin kita dalam pilkada serentak 2018 nanti, semoga kita sanggup menghasilkan pemimpin dengan komitmen dan visi yang baik dan benar sesuai amanat rakyat," pungkasnya. (gan)
Sumber http://www.radar-karawang.com/

Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami melalui contact menu.

Previous
Next Post »