Loading...

Kadis Pupr Ditantang Uji Kesabaran Di Kw 6

KARAWANG, RAKA - Menyusul molornya lagi renovasi Jembatan KW 6 di Kelurahan Karangpawitan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) menuai protes. Warga Karangpawitan menilai dinas itu mencle mencle. Mereka menilai, kalau perencanaannya sudah dilakukan PUPR berarti tinggal menunggu anggaran turun. Sialnya, impian yang dinanti semenjak 2016 itu justru pupus lagi sehabis jembatan itu tidak termasuk prioritas jadwal pembangunan 2018.
"PUPR itu mencla mencle. Padahal, katanya perencanaannya sudah jadi, kan tinggal ngebangunnya saja," tandas Engkus (44) warga Kelurahan Karangpawitan. Engkus mendengar kabar bahkan sebelumnya diinformasikan realisasi perbaikan akan dilakukan pada 2017 ini tetapi keduluan dengan jembatan KW 4 di Karawang Wetan. Padahal sebelumnya tidak ada kabar mengenai pembangunan di jembatan di depan Perumahaan Gading Elok itu.
Engkus melanjutkan, warta teranyar yang beredar, sehabis rampung perbaikan jembatan KW 4 maka pembangunan akan dilanjutkan ke Jembatan KW 6. Karenanya, ia menilai kalau memang benar Pemerintah Daerah Karawang tidak melaksanakan perbaikan di KW 6 pada tahun ini dan tahun mendatang, dirinya sangat menyayangkan, alasannya desakan perkembangan di wilayah itu ketika ini sudah menuntut adanya pembangunan jembatan permanen.
"Pemda harus meninjau jembatan KW 6 pagi hari, Saya sebagai masyarakat niscaya kecewa alasannya kabar yang saya terima, sebelum dilakukannya pembangunan jembatan di Johar itu seharusnya dilakukan disini terlebih dahulu," ungkapnya, seraya menambahkan kalau dirinya dan warga lainnya mendapatkan atas perbaikan jembatan yang ada di Johar alasannya usai itu akan eksklusif melaksanakan perbaikan di KW 6.
Lanjut Engkus, pihaknya mengingatkan kepada Pemerintah Daerah Karawang, untuk memikirkan ulang dengan tidak menyebabkan perbaikan jembatan KW 6 menjadi pembangunan prioritas di tahun ini dan di tahun mendatang. "Jelas  saya kecewa kalau tidak di bangunkan jembatan di KW 6. Kalau perlu silahkan petinggi Pemerintah sendiri rasakan akan jembatan KW 6 ketika pagi hari disini nunggu macetnya setengah mati," ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Adim Saefudin (43), kalau dirinyapun kecewa Dinas PUPR tidak memasukkan perbaikan jembatan KW 6 sebagai prioritas pembangunan 2018. Dia menantang pejabat PUPR supaya antre melintasi jembatan disaat pagi. "Silahkan tiba pagi hari kalau mau uji kesabaran. Biar tahu betapa mendesaknya pelebaran jembatan disini," tandasnya. (apk)


Sumber http://www.radar-karawang.com/

Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami melalui contact menu.

Previous
Next Post »