Loading...

Keliling Pasar Kajepit

Dedi Beri Pedagang Bantuan Modal Rp 10 Juta

PURWAKARTA,RAKA- Berbagai cara dilakukan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dalam mengisi waktu liburan final pekan. Usai berolahraga dan berjalan-jalan di Taman Pesanggrahan Padjadjaran Purwakarta, ia menentukan untuk berbelanja di Pasar Kajepit di daerah Pasar Jumaah, Purwakarta. Minggu (17/12).
Dedi terlihat mencegat angkot di perempatan jalan menuju komplek kantor Pemkab Purwakarta. Bersama putera sulungnya, Maula Akbar, ia naik angkot dengan trayek 02 Purwakarta. Setibanya  di tempat tujuan, Pasar Kajepit telah ramai dikunjungi oleh warga. Dedi tampak berbelanja kebutuhan materi pokok, berupa beras, sayuran, sampai alat dapur. Barang belanjaan yang ia beli tampak dibawakan oleh puteranya.
Ada insiden lucu ketika Dedi berada di kios beras langganannya. Seorang tukang celemek, Ujang Sule (35) terdengar memanggil laki-laki yang dikenal low profile itu yang tengah dikerumuni pengunjung pasar. Samar bunyi panggilan sang pedagang celemek, dibalas oleh panggilan lantang oleh Dedi. "Naon tukang celemek, kadieu!. (Apa penjual celemek, kesini!)," panggil Dedi.
Pedagang asal Kabupaten Bandung tersebut lalu menghampiri Dedi. Mereka berdua terlibat dalam obrolan kecil, mulai dari asal permintaan sampai penghasilan per hari yang didapat oleh Ujang selama berjualan. "Bukan modal sendiri pak, cuma dagangin punya orang. Makara sebisanya saja," kata Ujang.
Ujang lalu mengutarakan keinginannya untuk berjualan celemek dengan modal sendiri. Namun, ketiadaan modal awal menciptakan dirinya belum sanggup mewujudkan keinginannya tersebut. Padahal, sang istri di rumah mempunyai kemampuan menciptakan celemek dan serbet alasannya yaitu kemampuan menjahitnya cukup lumayan. "Ya sok sama saya dibantu modal. Asal mau berusaha sendiri," kata Dedi.
Obrolan mereka pun berakhir dengan ucapan terima kasih dari Ujang atas modal Rp 10 juta yang diberikan oleh Dedi kepadanya. Bukan hanya Ujang, Mak Kartini (56) pun mendapat pemberian serupa. Ia yaitu seorang janda bau tanah asal Pasir Nangka. Sehari-hari, Mak Kartini mengambil alat dapur dari sebuah kios di Pasar Kajepit, untuk dijual kembali kepada warga di sekitar rumahnya. "Ini buat Emak, emak harus semangat jualan, saya modalin. Makara emak gak perlu repot lagi bolak-balik kesini ambil barang," kata Dedi kepada Mak Kartini.
Lelehan air mata terlihat di wajah renta Mak Kartini. Ia berterima kasih atas modal perjuangan yang diberikan "Alhamdulillah, Emak ayeuna mah jongjon dagang. (Alhamdulillah, kini emak hening berdagang)," pungkasnya (gan)
Sumber http://www.radar-karawang.com/

Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami melalui contact menu.

Previous
Next Post »