Loading...

Kolam Sampah Depan Gading Anggun Berbahaya

KARAWANG, RAKA - Tangki sampah di pinggir jalan Veteran Irigasi Johar, sempurna di depan Perumahaan Gading Elok, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur dikeluhkan. Bak penampung sampah dari besi itu menjorok sampai pundak jalan sampai membahayakan pengguna jalan.
"Kalau saja sekitar lokasi daerah kolam sampah besi itu gelap niscaya sudah ada pengendara yang nabrak daerah sampah itu," ujar Rahma (27) warga Kampung Sukamurni, Kelurahan Karawang Wetan, mengungkapkan. Dia berharap Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) meletakkan kolam sampah itu tidak mengenai pundak jalan, sehingga pengendara kendaraan bermotor kondusif melintas di ruas itu.
Apalagi lanjut dia, kondisi lalulintas di ruas itu termasuk padat lalulintas, terutama pagi hari ketika jam kerja pegawai. Kepadatan lalulintas kerap memaksa kendaraan melintas agak kepinggir sehingga posisi kendaraan rawan menyenggol bibir kolam sampah. Diakuinya tubuh jalan sudah diperlebar sehingga kemungkinan terjadinya kemacetan bisa diminimalkan, tetapi itu tidak menjamin ruas jalan itu aman.
Dijelaskan, semenjak rampungnya pembangunan jembatan Sukasari di depan Perum Gading Elok daerah pembuangan sampah sementara disamping pintu masuk jembatan dihancurkan. TPS itu sendiri dinilai sudah tidak representatif lagi alasannya yaitu selain sebagian dindingnya juga sudah hancur sampah yang dibuang ke daerah sampah itu juga overload. Untuk itu DLHK menempatkan dua kolam sampah besi di sekitar lokasi. Sayangnya mesti sudah ada dua kolam sampah tetap belum bisa menampung semua sampah warga perumahan itu.
Lurah Karawang Wetan Dedi Supardi, ketika dikonfirmasi, selesai pekan (15/12) kemarin tidak menyangkal keberadaan dua kolam sampah besi itu untuk menampung sampah warga perumahan itu. Diapun mengakui dua kolam sampah itu tetap belum bisa menampung semua sampah yang dibuang. "Ada 1000 rumah di Perumahan Gading Elok yang sampahnya dibuang ke kolam sampah itu. Itu jumlah yang sangat besar dan membutuhkan daerah pembuangan sampah besar. Belum termasuk sampah sampah pedagang yang berjualan di sekitar perumahaan," ucap Lurah Dedi.
Dedi menambahkan dalam satu hari sekitar 12 roda sarat sampah perumahan yang dibuang ke kolam sampah di depan perumahan itu. Kalau rata-rata satu roda menampung minimal 2-3 kubik sampah dikalikan 12 jumlahnya bisa mencapai 24-36 kubik. Sementara kolam sampah daya tampung kolam sampah hanya mencapai 1 ton sampah atau dibawah 15 kubik. "Pasti overload, daya tampung kolam tidak sebanding volume sampah yang jumlahnya amat besar," ucap Dedi.
Sementara menyinggung posisi kolam sampah menjorok ke pundak jalan Dedi menyampaikan mestinya tidak menyerupai itu tetapi kondisi lokasi menuntut begitu, alasannya yaitu bila dipaksakan ke bibir irigasi dikhawatirkan tanahnya tidak bisa menahan beban sehingga rawan amblas ke irigasi. "Nantinya akan ada pengecoran untuk menguatkan bibir jalan sehingga bisa menahan beban kolam sampah," ucap Dedi.
Dedi juga menambahkan, untuk menyiasati keindahan dan kenyamanan lingkungan bantaran irigasi, pihaknya akan mengajukan lokasi di belakang Perum Gading Elok sebagai lokasi daerah penampungan sampah. Lokasi itu milik Kelurahan Karawang Wetan dan selama ini masih berbentuk lahan kosong dan tidak ditempat. "Kalau diizinkan kami akan mengajukan lokasi daerah pembuangan sampah sementara, cuma saja masih harus minta persetujuan pihak perumahaan alasannya yaitu nantinya distribusi angkutannya akan melintasi lingkungan perumahan," tandas Dedi. (ari)
Sumber http://www.radar-karawang.com/

Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami melalui contact menu.

Previous
Next Post »