Loading...

Lestarikan Budaya Sunda

Bentuk Komunitas Silat di Sekolah

KUTAWALUYA, RAKA- Sering ikut pentas bersama grup topeng profesional Topeng Baskom, Darji, pelajar kelas 12 TP 3 Sekolah Menengah kejuruan Ristek Karawang bersama Cahya Komara, mencetuskan komunitas silat di sekolahnya. Hal tersebut beliau lakukan, supaya budaya Sunda dapat tetap bertahan di tengah gencarnya serangan modernisme yang sering dijadikan alasan anak muda dalam bertindak negatif.
Menurut Darji, silat harus tetap dilestarikan dan banyak di pertontonkan di depan teman-temannya. Dirinya pun berinisatif dan meminta kepada koordinator komunitas dan ekstrakurikuler sekolah supaya komunitas silat menjadi bab dari daftar komunitas sekolah. "Saya ingin budaya Sunda ini dapat tetap betahan, makanya saya usikan kepada kordinator komunitas," katanya, kepada Radar Karawang, Jumat (15/12), sesudah tampil membawa lakon bersama komunitasnya.
Dirinya mengaku sudah menggeluti seni Sunda, khususnya silat ini semenjak kelas 1 Sekolah Menengah Pertama bersama grup Bekasi Gombang Jaya. Namun lebih menentukan bergabung di topeng Baskom alasannya ialah alasan jaraknya yang lebih bersahabat dengan sekolah. Selain menyukai kebudayaan dan ingin mempertahankannya di tengah-tengah serangan modernisme ketika ini, faktor  orang renta yang juga seniman, menjadi alasannya untuk terus dapat bergelut di dunia seni. Di tambah pemberian dari pihak sekolah yang memberikannya kawasan untuk di kembangkan.
Di kawasan yang sama cahaya Komara, siswa kelas 12 TSM 1 mengatakan, dirinya memang bukan sebagai salah satu personil grup topeng Baskom, namun dengan hobi yang sama beliau menilai, supaya budaya Sunda, khususnya silat ini memang harus terus dilestarikan di bumi Karawang, supaya anak muda tidak merasa kehilangan identitasnya. "Saya berdua sebagai penggagas lah, memotivasi siswa lain juga, supaya mereka dapat ikut serta dalam komunitas kami," ucapnya.
Lebih lanjutnya, dirinya akan berusaha memanfaatkan kesempatan yang telah diberikan oleh pihak sekolah kepadanya beserta teman-temannya dengan terus aktif dan menjadi bab dari komunitas silat. "Intiya, kitanya dulu yang harus bermanfaat, alasannya ialah jangan memanfaatkan dan manfaat bagi orang lain," terangnya.
Hal senada dikatakan Komarudin, siswa kelas 12 TP 1, dirinya pun mengaku sering ikut tampil bersama topeng profesional yaitu topeng Sinar Pusaka Rama Cibadar. Dia mengaku bersyukur dengan adanya komunitas silat yang sekaligus menawarkan kesempatan untuk menampilkan keahliannya sebagai pegiat seni Sunda tradisional. "Sinar Pusaka Rama itu masih kerabatnya Bah Pendul, dan wangsit saya menggeluti dunia seni dari topeng Pendul," tandasnya. (rok)
Sumber http://www.radar-karawang.com/

Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami melalui contact menu.

Previous
Next Post »