Loading...

Percepat Aktivitas Vaksinasi Difteri

Sulit Mengumpulkan Siswa Saat Libur Sekolah 

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Kabar vaksinasi pencegahan penyakit difteri pada anak usia 1 - 19 tahun tuntas simpulan Desember menciptakan risih administrasi sekolah. Pasalnya,  vaksinasi dengan sasaran puluhan ribu siswa disetiap Kecamatan dianggap bukan hal gampang merealisasikannya disaat siswa liburan sekolah.
Guru MTs An Nur Lemahabang Elam Jajang Lesmana, Kamis (14/12) menyampaikan sejumlah Kepsek SD, Sekolah Menengah Pertama hingga Sekolah Menengan Atas mengeluhkan waktu pelaksanaan vaksinasi tersebut. Soalnya aktivitas penyuntikan dilengan atas bab atas tersebut, mustahil dilakukan di sekolah dikala libur. Mereka malah menyarankan semoga aktivitas itu dipercepat sebelum pembagian raport.
Hanya saja yang jadi persoalan, sebut Elam, pihak Puskesmas justru masih menunggu logistiknya, alasannya yakni meskipun sudah beberapa dilakukan di Posyandu untuk balita,  vaksinasi anak setingkat SD,  Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengan Atas masih belum dijadwal optimal. Disisi lain,  santer kabar bahwa aktivitas pencegah penyakit yang sudah menelan korban jiwa di Purwakarta tersebut,  harus tuntas simpulan Desember ini,  alasannya yakni januari nanti yakni waktu termin kedua vaksinasi.  "Atur ulang jadwalnya, ini mah gimana mau ngatur jadwal,  orang sekolahnya juga libur,  disisi lain logistik medisnya juga masih belum turun optimal ke Puskesmas," katanya.
Lebih jauh Elam menambahkan, sulit rasanya jikalau menggiring anak harus di vaksin di sekolah dikala libur, betapapun pihak sekolah atau juga Puskesmas melayangkan surat semoga ratusan siswa sanggup berkumpul di satu hari dikala hari libur dengan agenda santunan vaksin, sudah otomatis bawah umur lebih banyak takutnya ketimbang tiba ke sekolah.
Jangankan anak perempuan, siswa pria saja tidak sedikit yang ketakutan dan menangis dikala di vaksin menyerupai penyuntikan vaksin Miasles Rubella (MR) beberapa waktu lalu. Untuk itu sambung Elam, pihaknya meminta semoga Dinas Kesehatan menjadwal ulang, betapapun dadakan alasannya yakni Kejadian Luar Biasa (KLB), tapi ini demi vaksinasi yang terserap di sekolah kiranya sanggup dilakukan sesudah tanggal 2 Januari. " Susah ngumpulin anak yang sedang libur mah,  apalagi kalau tahu mau di vaksin, anak pria aja ketakutan," ujarnya.
Kepala MTs Ghoyatul Jihad Kecamatan Telagasari H. Oyok Abdurahman menyampaikan dirinya bahkan belum mendapatkan kabar vaksinasi Difteri kapan hendak dilakukan di madrasahnya. Belum usang disuntik MR, dirinya tidak tahu akan divaksin apalagi dikala ini.  Karena, pihaknya belum hapal detail dari tim kesehatan, apalagi jadwalnya.  Hanya saja tahu lewat televisi soal penyakit difteri itu. Mungkin nanti juga sebut Oyok akan ada ke madrasah, hanya saja ia berpesan semoga jadwalnya diluar libur  sekolah. "Kita belum tahu jadwal, info vaksinasinya saja belum saya terima," ungkapnya.
Saat disinggung ketersediaan logistik, Kasi Survilian dan Imunisasi Dinkes Karawang, Ari Kurniati mengatakan, logistik untuk vaksinasi sejauh ini diakuinya masih belum lengkap, alasannya yakni gres vaksin saja yang didroping dari Kementerian Kesehatan. Soal jadwal, ia menepis anggapan ditermin pertama ini akan berakhir hingga Desember ini, alasannya yakni diputaran pertama vaksinasi ini akan digelar mulai 11 Desember 2017 hingga dengan 11 Januari 2018. "Jadwal bukan hingga simpulan Desember tapi hingga 11 Januari," pungkasnya. (rud)
Sumber http://www.radar-karawang.com/

Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami melalui contact menu.

Previous
Next Post »