Loading...

Petani Pancawati Alih Profesi

Jadi Buruh Serabutan

KLARI, RAKA - Habisnya lahan pertanian di Desa Pancawati menciptakan sejumlah masyarakat di Dusun Bakanjati RT 03/01, Desa Pancawati, Kecamatan Klari berpindah mata pencaharian. Ada yang menjadi pekerja serabutan bahkan ada juga yang menjadi penunjuk arah pengendara untuk menghindari razia polisi.
Seperti yang dialami Asih (35), salah satu ibu rumah tangga dengan dikarunian anak 3 ini mengaku sering memanfaatkan kondisi razia kendaraa dengan menjadi pentuntun arah jalan bagi setiap pengendara yang melintasi rumahnya tersebut. Bukan hanya beliau saja, bahkan acara sering dilakukan juga oleh keluarga lainnya di kampung itu. "Pagi dari siang disini ada razia, jadi penunggu arah jalan, tidak mengecewakan buat nambah resiko hidup," katanya ketika ditanya RAKA.
Menurutnya untuk biaya pengendara yang melintasi jalan depan rumahnya itu sama sekali tidak dipatok. Setiap pengendara diminta untuk memperlihatkan uang se ikhlasnya saja bila ingin melintasi jalan yang kerap banyak dimanfaatkan oleh pengendara yang kabur dari razia kendaraan oleh pihak kepolisian. "Se ikhlasnya aja kok, tidak dipatok berapa," tuturya.
Dengan menjadi petunjuk arah jalan setiap harinya dirinya bisa meraup uang lebih dari Rp20 sampai Rp30 ribu, dari pengendara yang melintasi jalan depan rumahnya itu. Uang yang beliau dapatan tersebut tentunya dipakai untuk kebutuhan sehari-harinya. "Lumayan daripada diem aja di rumah," akunya.
Sebelumnya wanita yang ditemani 2 anaknya itu merupakan salah satu petani di perkampungan itu. Namun alasannya ialah lahan pertanian yang habias dijual belikan menciptakan keluarganya sulit untuk mendapat penghasilan. Selain menjadi petunjuk arah jalan, kadang beliau berdagang dan mengerjakan pekerjaan serabutan menyerupai menjadi pembantu ibu rumah tangga di perumahan. "Apa aja dikerjain asal bisa menghasilkan uang, serabutan aja," ungkapnya.
Hal serupa disampikan Kusdarmawan (38), pria sebelumnya menjadi seorang petani ini sekarang hanya mengandalkan pekerjaan dari para pengendara yang melintas dan berdagang mainan ke sekolah-sekolah. Jika dibandingkan dengan kehidupan dulu menjadi petani lebih baik dari ketika ini. Sebab, setiap harinya ada saja upah yang beliau dapatkan waktu menjadi petani. "Jualan mainan sama beginian," akunya.
Kepla Desa Pancawati, H.Ana Priatna mengatakan, dirinya mengaku belum mengatahui sejumlah warganya mempunyai pekerjaan sebagai petunjuk arah bagi pengendara yang kabur dari raziaan kendaraan. Jikapun benar dirinya meminta supaya masyarakat tidak lagi untuk melakukannya. "Saya belum tahu, kalau boleh jangan dilakukan lagi aja, tidak baik itu," ucapnya.(yna)
Sumber http://www.radar-karawang.com/

Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami melalui contact menu.

Previous
Next Post »