Loading...

Pintu Kereta Api Liar Diusulkan Dilegalkan

KARAWANG, RAKA - Masih soal perlintasan pintu kereta api liar, desakan untuk menutup pintu kereta api illegal itu kembali mengemuka. Alasannya perlintasan tanpa perlengkapan lenkap pintu kereta api itu rawan terjadi kecelakaan. Meski diluar itu banyak kepentingan masyarakat yang harus dikorbankan.
Untuk jalur lintasan kereta api Karawang Kota sendiri, dari mulai lintasan Tanjungpura sampai Klari tercatat dua perlintasan kereta api ilegal rawan kecelakaan, yakni di lintasan Tanjungpura dan Warungbambu yang masih tetap dipertahankan dibuka. Alasannya, perlintasan itu dipergunakan masyarakat alasannya ialah merupakan jalur lintasan masyarakat setempat dalam melaksanakan kegiatan perekonomian sehari-hari.
"Ada dua pintu lintasan kereta api yang belum dilengkapi peralatan lengkap pintu kereta api di jalur lintasan Stasiun Karawang Kota. Satu di Warungbambu dan satunya di lintasan Tanjungpura. Perlintasan pintu kereta api itu masih dipakai masyarakat untuk menyeberang," ucap penjaga perlintasan pintu kereta api Tuparev Sidik, baru-baru ini kepada Radar Karawang di posnya.
Dia menyebutkan, belum ada petugasnya alasannya ialah pintu perlintasannya ilegal. Kalau pun ada itupun inisiatif warga yang peduli untuk mengatur lalulintas kendaraan dikala ada kereta akan melintas. "Warga yang berinisiatif saja yang suka menutup pintu perlintasan. Banyak juga yang hanya memakai batang bambu atau kayu untuk memberitahukan jikalau ada kereta akan melintas," ucap Sidik.
Sementara soal jumlah lengkapnya perlintasan pintu kereta api liar, Sidik mengaku tidak mengetahui. Dia sendiri gres dua tahun bertugas di pintu perlintasan kereta api Tuparev. Kendati demikian ia berharap semoga perlintasan-perlintasan liar menyerupai itu menerima perhatian serius dari pemerintah alasannya ialah rawan terjadi kecelakaan.
Berdasarkan data Radar Karawang di kabupaten Karawang tercatat ada sekitar 68 titik pintu kereta api ilegal mulai dari Tanjungpura - perbatasan Subang dan jalur utara Cirebon dan Tanjungpura -  perbatasan Purwakarta untuk jalur Selatan arah Bandung.
Pemerintah Pusat sendiri melalui Kementrian Perhubungan sempat meminta semua tempat untuk menutup lintasan pintu kereta api ilegal. Hal ini untuk mengamankan jalur kereta api dari masyarakat dan juga buat keamanan semua. Hanya saja Kabupaten Karawang menolak rencana Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Kereta Api yang meminta semoga semua lintasan  pintu kereta ilegal ditutup. Alasan penolakan karena  banyak kepentingan masyarakat yang akan terganggu.
Alasan lain penolakan penutupan pintu kereta api ilegal juga akan menutup kanal bahkan mengisolasi masyarakat setempat yang selama ini memakai pintu kereta itu untuk melaksanakan aktifitas perekonomiannya. Karena itu Dishub sempat punya mengusulkan semoga perlintasan kereta api liar itu dilegalkan atau pemerintah tempat menawarkan akomodasi yang lebih layak dan dibuatkan pintu yang lebih moderen tidak memakai batang kayu atau bambu. (ari)
Sumber http://www.radar-karawang.com/

Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami melalui contact menu.

Previous
Next Post »