Loading...

Remaja Zaman Now

Diputus Cinta Siram Pacar Pakai Oplosan 

PURWAKARTA,RAKA - Ada-ada saja ulah cukup umur masa sekarang atau biasa disebut zaman now. Gara-gara diputus cinta oleh pacarnya, seorang pria menyiramkan miras oplosan jenis ciu ke wajah pacarnya. Akibatnya, mata sang pacar sekarang mengalami kesakitan dan nyaris mengalami kebutaan. Akibat ulahnya ini, pelaku harus berurusan dengan hukum.
Pelaku yang berjulukan Syahroni (20), warga Kampung Karajan RT05, RW03 Desa Salamjaya, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta itu, sekarang sudah ditangkap Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Purwakarta. Syahroni ditangkap petugas di daerah persembunyianya di sebuah mes salah satu perusahaan di Kawasan Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur sesudah buron selama sepekan. 
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Agtha Bhuwana mengatakan, bahwa kasus tersebut motifnya yaitu asmara, alasannya yaitu antara pelaku dan korban berinisial IDL (16), pelajar kelas 2 SLTA warga Kampung Gebang, Desa Nagri Kidul Purwakarta, merupakan pasangan kekasih. Penyiraman terjadi, sesudah pelaku cemburu terhadap korban yang telah memutus cintanya dan telah mempunyai kekasih baru, balasannya keduanya terjadi langgar verbal di sekitar Jalan Terusan Kapten Halim atau Pasar Simpang Purwakarta. Sehingga pelaku nekat menyiramkan miras oplosan berjenis ciu ke muka sehingga mengenai mata korban. "Setelah kejadian itu pelaku pribadi kabur melarikan diri, dan korban dilarikan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta, alasannya yaitu matanya sakit dan sulit melihat," kata Agtha, Kamis (14/12).
Atas perbuatanya itu kedua orang renta korban pribadi melaporkan ke Mapolres Purwakarta, sampai balasannya pelaku diciduk ditempat persembunyian sesudah buron selama satu minggu. "Sementara ratifikasi pelaku menyiramkan miras terhadap korban itu, alasannya yaitu sakit hati cintanya telah diputus, sehingga ia nekat melukai korban dengan tujuan supaya korban menjadi cacat,'' jelasnya.
Agtha menjelaskan, sampai ketika ini korban masih belum dapat beraktivitas ke sekolah karena matanya masih belum normal, serta psikologisnya belum pulih. "Atas perbuatanya itu pelaku dijerat pasal 80 undang-undang nomor 35 tahun 2014 wacana pemberian anak dengan bahaya 5 tahun penjara,'' pungkasnya. (gan)
Sumber http://www.radar-karawang.com/

Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami melalui contact menu.

Previous
Next Post »