Loading...

4 Pilihan Yang Menciptakan Hidup Senang Di 2018

4 pilihan yang membuat hidup senang di 2018  Landasan firman Tuhan untuk tema tersebut diambil dari Injil Yohanes. Dalam Injilnya, penginjil Yohanes menulis demikian: “Bukan kau yang menentukan Aku, tetapi Akulah yang menentukan kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, agar kau pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, agar apa yang kau minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu” – Yohanes 15:16.

Setiap orang berkehendak agar hidupnya bahagia. Kebutuhan untuk hidup senang ini begitu tinggi dalam totalitas hidup manusia. Bahkan berdasarkan Abraham Maslow terkait dengan salah satu kebutuhan manusia, menyampaikan bahwa hidup senang merupakan hal fundamental dari kebtuhan manusia.

Salah satu faktor agar kita mempunyai hidup yang senang ialah pilihan yang kita ambil dalam hidup ini. Pilihan yang kita ambil dan putuskan akan menentukan apakah hidup kita senang atau tidak. Jadi, pilihan hidup menjadi salah satu kunci kebahagiaan hidup kita.

Berikut ini, saya akan menyajikan kepada pembaca setia yaitu 4 pilihan hidup yang ketika pembaca menetapkan untuk mengambilnya, maka saya jamin hidup Anda niscaya bahagia.  Keempat pilihan itu, antara lain:

1. Pilihlah untuk melaksanakan kebenaran.
Tuhan sudah mengaruniakan Roh Kudus kepada kita yang percaya dan mendapatkan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. Roh Kudus yang tinggal di dalam kita itulah yang akan menuntun kita untuk bisa membedakan manakah yang benar dan manakah yang berdosa.

Kebanyakan dari antara kita cenderung untuk menentukan yang salah atau berdosa. Ini terjadi lantaran kita mengabaikan bunyi Roh Kudus yang berbicara begitu lembut di dalam hati kita. Selain itu, Tuhan juga telah memperlihatkan Firman Hidup yang tertulis yaitu Bibel kepada kita.

Alkitab merupakan landasan aturan rohani yang menjadi tuntunan kepada kita untuk mengikuti dan melaksanakan kebenaran yang kita perlukan. Oleh lantaran itu, kita harus berlatih untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan siang dan malam. Bibel yakni firman Yang Mahakuasa yang menjadi anutan dasar dan utama yang olehnya kita bisa untuk menentukan pilihan yang terbaik, yaitu melaksanakan kebenaran.


2. Pilihlah untuk hidup bertanggung jawab
Setiap orang mempunyai tanggung jawabnya masing-masing. Tidak peduli apakah Anda seorang suami, istri, pelajar/mahasiwa, pekerja profesional, pendeta, orang bau tanah atau anak. Kita semua mempunyai sejumlah tanggung jawab yang harus kita penuhi sesuai dengan status yang kita miliki.

Oleh lantaran itu, latihlah diri Anda untuk menentukan mengerjakan setiap tanggung jawab Anda sebagai bukti bahwa memang Anda hidup bertanggung jawab. Ketika ada hak atau kesenangan yang bisa dinikmati di samping tanggung jawab yang belum terselesaikan, maka pilihlah untuk melaksanakan tanggung jawab sebagai bukti bahwa Anda bertanggung jawab.

3. Pilihlah untuk hidup menjadi berkat bagi sesama
Kita senang bukan kepada seberapa banyak orang mengenal kita, tetapi seberapa banyak orang yang senang lantaran kita. Tuhan membuat kita untuk menjadi berkat bagi orang lain dan bahkan memberkati bangsa-bangsa.

Pilihlah pilihan-pilihan kehidupan yang bukan saja membuat kita bahagia, tetapi juga agar sanggup membahagiakan orang lain dan memberkati mereka melalui hidup kita. Di sinilah hidup ego kita siap menjadi lawan kita. Namun, ketika kita sadar dan membuat keputusan untuk menentukan hidup menjadi berkat bagi sesama, maka pada dikala itulah ego kita dikalahkan. Pada akibatnya lingkup imbas kita menjadi berkat semakin diperluas oleh Tuhan.

4. Pililah untuk melaksanakan hal yang bernilai kekal
Tuhan Yesus menegaskan bahwa Ia memberi kiprah kepada untuk menghasilkan buah atau hidup kita harus produktif. Dan hidup yang produktif itu haruslah yang bertahan usang atau dengan lain kata hal yang kita lakukan itu mempunyai nilai atau value yang bersifat kekal.

Oleh lantaran itu, pilihlah dan putuskanlah pilihan-pilihan yang tidak hanya menghasilkan kebaikan yang temporer atau sementara dan kenyamanan sesaat, tetapi terutama yang bernilai atau yang bersifat jangka panjang, bahkan hingga kepada kekekalan.


“Dan saya mendengar bunyi dari sorga berkata: “Tuliskan: “Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, semenjak kini ini”. “Sesungguhnya”, kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, lantaran segala perbuatan mereka menyertai mereka” – Wahyu 14:13.

Sumber https://kumpulankhotbahalkitabiah.blogspot.com/

Disclaimer: Beberapa artikel di blog ini terkadang berisi informasi dari berbagai macam sumber. Hak cipta berupa gambar, teks, dan link sepenuhnya dimiliki oleh web tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami melalui contact menu.

Previous
Next Post »