Profil singkat 7 Putra Putri Nabi Muhammad SAW - Khoerulweb.com

Friday, October 4, 2019

Profil singkat 7 Putra Putri Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW adalah seorang nabi dan rasul terakhir bagi umat Muslim setelah Nabi Isa as. Beliau menerima wahyu berupa Al Qur'an dari Allah SWT melalui malaikat Jibril. Nabi Muhammad SAW sama-sama menegakkan ajaran tauhid untuk mengesakan Allah sebagaimana yang dibawa nabi dan rasul sebelumnya.

Selama hidupnya, Nabi Muhammad SAW memiliki 11 Istri dan 7 anak yang terdiri dari tiga anak laki-laki (Putra) dan empat anak perempuan (putri).

Baca: Profil Singkat 11 Istri Nabi Muhammad S.A.W

Kesemua anak Nabi, berasal dari istri pertamanya yaitu Sayyidah Khadijah ra, kecuali Ibrahim yang merupakan putra Mariah al-Qibthiyah ra. Sedangkan dari istri lainnya, Rasulullah tidak mendapatkan keturunan. Berikut ini profil singkat putra putri Rasulullah:

 adalah seorang nabi dan rasul terakhir bagi umat Muslim setelah  Profil singkat 7 Putra Putri Nabi Muhammad SAW

Qasim bin Muhammad

Qasim bin Muhammad adalah anak sulung (pertama) Nabi Muhammad SAW dan Khadijah Binti Khuwailid Al-Quraisy ra. Menurut Ibnu Qayyim dalam Zaadul Ma’ad Ia wafat pada tahun 605 Masehi, sebelum berusia dua tahun. Ia dikebumikan di pekuburan Jannatul Mu'alla, Mekkah, Saudi Arabia.


Zainab binti Muhammad

Zainab Binti Muhammad adalah anak perempuan tertua nabi Muhammad SAW. Ia adalah anak perempuan dari isteri nabi yang bernama Khadijah Binti Khuwailid. Lahir 23 tahun sebelum Hijrah/600 M di Kota Mekah dan wafat 8 H/ 629 M dalam usia 29 tahun di Kota Madinah.

Sebelum Islam datang, Zainab menikah dengan anak bibinya, Abu al-Ash bin Rabi’, yang telah dianggap seperti anak sendiri oleh Khadijah. Ketika Nabi diutus, Abu al-Ash belum beriman tapi ia juga tidak terima jika harus menceraikan Zainab.

Namun ketika kemenangan kaum muslim di Perang Badar, Abu al-Ash tertawan. Kemudian Zainab mengirimkan uang tebusan yang di dalamnya terdapat kalung pemberian Sayidah Khadijah. Melihat hal itu, Rasulullah sedih dan menyuruh agar membebaskan Abu al-Ash dengan syarat ia mengembalikan Zainab kepadanya.

Mereka kembali hidup bersama setelah beberapa saat kemudian Abu al-Ash masuk Islam dan pindah ke Madinah. Mereka hidup bahagia dikaruiniai anak bernama Umamah binti Abu al-Ash, cucu yang dalam sebuah riwayat diceritakan suka digendong-gendong oleh Rasulullah, yang kemudian dinikah oleh Ali bin Abu Thalib paska wafatnya Fatimah.

Baca: Biografi Ali Bin Abi Thalib - Khalifah Rasyid yang Keempat

Zainab binti Muhammad meninggal tahun 8 H/ 629 M di Madinah pada usia 29 tahun dalam keadaan sakit dan dikuburkan di pemakaman Jannatul Baqi, kota Madinah, Saudi Arabia.


Ruqayyah binti Muhammad

Ruqayyah binti Muhammad adalah putri Nabi Muhammad S.A.W. dan istrinya Khadijah Binti Khuwailid, putri tertua kedua setelah Zainab. Kunyahnya adalah Ummu Abdillah, dan laqab/gelarnya Dzat al-Hijratain, lahir sebelum diutusnya kenabian Muhammad sekitar 7 tahun, kemudian ia masuk islam, dan hijrah ke Habasyah dan Madinah, ia wafat pada hari Pertempuran Badar tahun 2 H saat bersama dengan suaminya Utsman bin Affan pada usia 21 tahun.

Baca: Biografi Utsman Bin Affan - Khalifah Rasyid yang Ketiga

Usianya Ruqayah lebih muda dari Zainab, Ruqayah lahir tatkala Nabi menginjak umur 33 tahun. Beliau masuk Islam bersama Ibunda dan saudari-saudarinya ketika Nabi diutus sebagai Rasul. Pada umur kurang dari 10 tahun, Ruqayah menikah dengan Utbah bin Abu Lahab sebelum turun risalah Islam. Namun sebelum sempat mereka berkumpul sebagai suami istri, Abu Lahab menyuruh anaknya meninggalkan Ruqayah tatkala turun surat Al-Masad yang merupakan kecaman Allah kepadanya.

Kemudian Ruqayah diperistri oleh Usman bin Affan dan mereka kemudian hijrah ke Habasyah dan Madinah. Sebelum perang badar, beliau sakit sehingga Usman bin Affan meminta izin kepada Rasulullah tidak ikut perang untuk menjaga istrinya itu. Ia meninggal pada umur 12 tahun dan dikuburkan di Baqi’.


Ummu Kultsum binti Muhammad

Ummu Kultsum binti Muhammad adalah putri Nabi Muhammad S.A.W. dan istrinya Khadijah Binti Khuwailid, putri ketiga setelah Zainab dan Ruqayyah binti Muhammad. Lahir sebelum diutusnya kenabian Muhammad sekitar 6 tahun, kemudian ia masuk Islam, dan menikah dengan Utaibah bin Abu Lahab, sedangkan Ruqayyah binti Muhammad menikah dengan 'Utbah bin Abu Lahab, keduanya kemudian bercerai dari kedua anak Abu Lahab setelah turun Surat Al-Lahab. Kemudian, pada tahun ke-4 H, Ummu Kultsum binti Muhammad Saw dinikahi Utsman bin Affan setelah Ruqayyah binti Muhammad meninggal sehingga Utsman digelari Dzun-Nurain (pemilik dua cahaya).

Ummu Kultsum lahir di Makkah pada tahun 19 Sebelum Hijriah atau tahun 604 sebelum diutusnya kenabian Muhammad sekitar 6 tahun, pada wakyu itu umur Nabi Muhammad 34 tahun. Ummu Kultsum menikah dengan sepupunya Utaibah bin Abi Lahab, adik Utbah bin Abu Lahab, ketika diutusnya kenabian Muhammad, Ummu Kultsum masuk islam sedangkan suaminya tetap pada agamanya, ketika diturunkan surat al-Masad atau al-Lahab yang terdapat celaan bagi Abu Lahab dan istrinya, Abu Lahab memaksa anaknya Utaibah untuk menceraikan Ummu Kultsum dan Utaibah belum menyentuhnya. Kemudian ia hijrah bersama adiknya, Fatimah az-Zahra ke Madinah dan Utsman bin Affan menikahinya pada tahun 4 H.

Ummu Kultsum wafat ketika Nabi Muhammad Saw masih hidup, tepatnya pada bulan Sya'ban tahun ke-9 H/ 630 Masehi dimandikan oleh Asma binti Umays dan Shafiyyah binti Abdil Muthallib dan disaksikan pula Ummu 'Athiyyah al-Anshariyah, Nabi Muhammad S.A.W. sendiri yang mensalati dan duduk di atas kuburannya sementara air matanya berlinang. Turun ke liang lahat kuburnya, Ali bin Abi Thalib, Fadhl bin 'Abbas bin Abdil Muthalib dan Usamah bin Zaid. Diriwayatkan pula Abu Thalhah al-Anshari diizinkan untuk adzan di dalam kuburnya dan menguburkannya.


Fatimah az-Zahra

Fatimah binti Muhammad (604 M - 632 M) atau lebih dikenal dengan Fatimah az-Zahra (Fatimah yang selalu berseri) adalah putri bungsu Nabi Muhammad dari perkawinannya dengan istri pertamanya, Khadijah Binti Khuwailid.

Fatimah lahir lima tahun sebelum Nabi diutus. Fatimah Az-Zahra tumbuh menjadi seorang gadis yang tidak hanya merupakan putri dari Rasulullah, namun juga mampu menjadi salah satu orang kepercayaan ayahnya pada masa baginda. Fatimah Az-Zahra memiliki kepribadian yang sabar,dan penyayang karena dan tidak pernah melihat atau dilihat lelaki yang bukan mahromnya.

Beliau menikah dengan Ali bin Abu Thalib pada tahun ke-2 Hiriyah. Dari pernikahan itu lahirlah Hasan pada tahun 3 Hijriyah, Husen pada 4 Hijriyah, Zainab pada tahun 5 Hijriyah, Umu Kulsum pada 7 Hijriyah.

Beliau adalah anak perempuan yang paling kecil dan paling dicintai Rasulullah. Terlihat ketika Ali bin Abi Thalib meminta izin untuk menikah lagi, Rasulullah tidak menyetujuinya. Rasulullah mengatakan pada Sahabat Ali, meski poligami itu tidak dilarang dalam Islam, tapi beliau tidak rela jika itu terjadi pada anaknya.

Dari cara bicara dan jalannya, Fatimah merupakan anak yang paling mirip dengan Rasul. Serta satu-satunya anak yang menyaksikan saat Nabi wafat dan 6 bulan kemudian Fatimah menyusulnya meninggal pada bulan Ramadhan tahun 11 Hijriyah dan dikuburkan di Baqi.


Abdullah bin Muhammad

Abdullah bin Muhammad adalah anak kedua dari Nabi Muhammad dan Khadijah Binti Khuwailid. Abdullah lahir setelah Nabi mendapatkan risalah, karena itu ia dikenal dengan panggilan al-Tahir dan al-Tayeb. Ia anak terakhir yang didapatkan Nabi Muhammad dari Sayyidah Khadijah. Menurut Ibn Qayyim ia lahir setelah Ummu Kulsum. Abdullah juga wafat pada saat masih kecil pada tahun 615 Masehi.


Ibrahim bin Muhammad

Ibrahim bin Muhammad adalah anak bungsu dari Muhammad dan Maria al-Qabtiyya. Maria adalah seorang budak yang diberikan Muqauqis, penguasa Mesir, kepada Rasulullah. Lalu Maria mengucapkan syahadat dan dinikahi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ibrahim lahir pada akhir bulan dari tahun 8 Hijriah (630 M, Madinah, Arab Saudi). Ibrahim disusui oleh Ummi Sayf, istri dari Abu Sayf, sebagai tradisi bangsa Arab pada saat itu. Muhammad memberi beberapa ekor kambing untuk melengkapi persediaan susunya. Ia wafat pada tahun 631 M (10 Hijriyah) di Madinah, saat berusia 17-18 bulan.

Nabi Muhammad sangat menyayangi putra bungsunya ini. Diriwayatkan Imam Bukhari, ketika Ibrahim meninggal Nabi Muhammad mengatakan, “Sungguh mata ini meneteskan air mata dan hari ini bersedih, tapi kami tidak akan mengatakan sesuatu yang tidak diridhai Tuhan kami. Sungguh kami bersedih dengan kepergiaanmu Ibrahim.”

Incoming search: putra putri nabi muhammad dengan siti aisyah, sebutkan putra putri rasulullah dari pernikahannya dengan khadijah, nama anak nabi muhammad dari siti khadijah, istri nabi muhammad, kelahiran putra putri nabi muhammad, anak nabi muhammad yang masih hidup, anak nabi muhammad yang paling cantik, nasib anak nabi muhammad,

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda